Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan

Kapolda NTB Terancam Dicopot

JAKARTA–Tongkat komando Kapolda NTB Brigjen rif wahyunandi terancam dicopot. Desakan agar orang nomor satu di Polda NTB itu dimutasi menguat di Jakarta. Bahkan demonstran nekat memblokade jalan menuju Mabes Polri dan juga jalan Sudirman-Thamrin di jantung ibukota.

Warga dan aktivis mahasiswa yang menamakan diri Forum Komunikasi Masyarakat Sape Lambu Jakarta mulai turun jalan sejak pukul 9 pagi di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. “Kami meminta Kapolda NTB diganti karena sewenang-wenang,” ujar Ferdian, salah seorang koordinator lapangan.

Massa juga membawa aneka atribut demo seperti spanduk, poster dan bendera. Petugas Detasemen Markas Mabes Polri yang berjaga di hari libur awalnya diam saja dan tetap kalem. Namun, beranjak siang, warga dan mahasiswa yang berjumlah sekitar 80 orang itu nekad memblokade jalan masuk pintu selatan Mabes Polri. Akibatnya, mobil operasional yang hendak masuk ke gerbang utama tidak bisa lewat.

“Kapolri harus mau menemui kami,” kata Ferdian menolak negosiasi pembubaran oleh petugas jaga. Rupanya, mereka tidak tahu bahwa kemarin Jenderal Timur Pradopo sudah berada di Bima untuk memantau langsung penyelidikan kasus paska bentrokan. Karena ngeyel, akhirnya, sekitar 100 personel Detasemen Markas dan Provos menggiring demonstran dan membuka blokade. Untungnya tak sempat terjadi bentrok walau sempat ada aksi saling dorong.

Tak puas berdemo di Mabes Polri, massa lantas bergeser ke Bundaran Hotel Indonesia. Atraksi mereka tambah nekad karena berani menghentikan laju kendaraan yang melintas dari arah selatan Jalan Sudirman- Thamrin. Kemacetan sempat terjadi selama sekitar satu jam. Namun, setelah ada negosiasi dengan petugas Polres Jakarta Pusat, massa bersedia bubar. “Kami akan aksi lagi,” kata Ferdian yang mengaku masih menjadi mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jakarta itu.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution menghargai aspirasi para demonstran. Termasuk usulan agar Kapolda NTB dicopot. “Tapi, semua harus dilakukan berdasar prosedur. Sampai saat ini belum ada ke arah itu (pencopotan),” kata Saud kemarin. Mantan Kadensus 88 itu menjelaskan Kapolri jenderal Timur Pradopo sudah berada di Bima menyusul tiga jenderal bintang tiga yang sebelumnya juga sudah di lokasi. “Bapak Kapolri akan mendengarkan laporan langsung dari lapangan,” katanya.

Suasana Festival Bonenkai BHI (1) Ajak Peserta dan Pengunjung Lupakan Masa Lalu

PAMERAN: Pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto bersama.
Ajak Peserta dan Pengunjung Lupakan Masa Lalu

Banyak hal menarik dari Jepang yang membuatnya digemari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Mulai dari gaya berpakaian nyentrik ala Harajuku, makanannya, budayanya maupun tradisinya. Selain itu, dari segi teknologi, negeri sakura itu menjadi pionir terdepan dan selalu menjadi trademark. Tak heran jika Bogor Hotel Institute (BHI) selalu menggelar Festival Bonenkai secara rutin. Seperti apa kemeriahannya?

LAPORAN: MUHAMMAD RURI ARIATULLAH

ADA yang berbeda di Hotel Salak pada Sabtu dan Minggu (17-18/12) lalu. Sejak pukul 09:00, tampak puluhan ABG (anak baru gede) mengantre di sebelah barat hotel tersebut.

Mereka berbaris rapi untuk mendapatkan satu tiket dengan merogoh kocek Rp15 ribu agar bisa mengikuti Festival Bonenkai yang merupakan kegiatan tahunan BHI dalam memperkenalkan budaya Jepang.

Memasuki bagian dalam hotel, tampak ornamen khas negeri sakura bertebaran di seluruh sudut bangunan. Kostum yang digunakan panitia pelaksana pun tergolong unik. Karena hanya mengenakan kimono yang merupakan pakaian tradisional Jepang.

Bonenkai sendiri adalah tradisi yang rutin dilakukan masyarakat Jepang di akhir tahun. Bonenkai memiliki arti pesta melupakan tahun lalu. Tak heran jika di Jepang, banyak yang merayakannya dengan pesta minum-minum, baik alkohol maupun non alkohol.

Meski Bonenkai prinsipnya adalah pesta minum-minum, perayaan ini mengandung makna yang dalam. Bonenkai mengajak kita untuk membiarkan yang lalu itu berlalu, dan mengajak untuk memandang hidupkedepan .

Di dalam festival ini, banyak acara yang bisa dinikmati pengunjung, seperti pertunjukan musik, shodo (kaligrafi Jepang), ninjitsu (seni beladiri khas jepang), dan kompetisi komik manga.

Aneka makanan khas Jepang yang lezat pun disajikan di festival ini. Untuk para pecinta tokusastu atau anime khas Jepang, tentu saja tidak akan melewatkan penampilan menarik dari cosplay yang menggunakan kostum tokoh favoritnya.

Di Festival Bonenkai, pengunjung juga bisa melihat upacara minum teh khas Jepang (chanoyu), pesta kembang api (hanabi), ban odori (tarian bon), dan pemutaran film Jepang.

Festival Bonenkai yang telah diselenggarakan sejak tahun 2006 ini, adalah hasil kerjasama BHI dengan Hotel Salak dengan tujuan memperkenalkan budaya Jepang yang belum diketahui oleh masyarakat Indonesia.

“Setiap akhir tahun, masyarakat Jepang mempunyai tradisi Bonenkai untuk melupakan hal yang buruk di tahun silam, dan menyambut tahun depan dengan harapan yang lebih baik,” ujar Ketua Panitia M. Sofarudin, yang juga dosen bahasa Jepang di BHI.

Sentul Dibombardir

KONTAK SENJATA: Pesawat tempur membombardir bukit Sentul, kemarin. Aksi itu merupakan rangkaian peresmian Fasilitas Pendidikan dan Latihan (Fasdiklat) Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Sentul, Bogor.
BOGOR–Indonesia bakal menjadi jujugan ne garanegara sahabat untuk urusan pela tihan dan pendidikan (diklat) pasukan per damaian. Kemarin, sebuah fasilitas diklat bernama Pusat Misi Pemeliharaan Per damaian (PMPP) diresmikan peng ope rasionalannya oleh Presiden Susilo Bam bang Yudhoyono.

Fasilitas diklat seluas 261,712 hektar yang disebut terbesar di Asia Tenggara itu terletak di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor. Kawa san itu antara lain digunakan untuk pu sat pemeliharaan perdamaian, pusat pe latihan penanggulangan terorisme, pusat pe latihan penanggulangan bencana, pusat bahasa dan markas pasukan siaga TNI. Selain perkantoran, ruang kelas dan lab, PMPP juga dilengkapi beberapa fasilitas la tihan. Antara lain, komandolatihan, jalan patroli, desa simulasi, kelas lapangan, lapangan tembak dan danau latihan.

Peresmian PMPP itu diwarnai aksi penyerangan Tangkil ke wilayah Sentul, kemarin. Pasukan Sentul berusaha mempertahankan diri dan membalas serangan Tangkil. Perang antara Tangkil dan Sentul berawal dari peristiwa sepele, yakni sebuah pohon tumbang menimpa pagar pembatas wilayah.

Angkatan bersenjata Tangkil ingin memotong pohon tersebut. Namun, pasukan Sentul mengamankan lokasi pemotongan pohon, sehingga terjadilah konflik yang cukup menegangkan. Pasukan perdamaian dari Indonesia yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda kemudian turun ke lokasi menggunakan dua unit kendaraan tempur Anoa dan satu unit V150.

Karena situasi yang semakin sulit dikendalikan, komandan Kompi pasukan Sentul, meminta tentara mengamankan masyarakat dan media massa dari lokasi kejadian. Kontak senjata pun tak bisa dihindarkan. Pasukan Tangkil menggunakan segala kekuatan militer menyerang Sentul. Pasukan perdamaian RI kemudian berlindunga di balik kendaraan tempur sambil mengibarkan bendera PBB.

Sebuah helikopter juga turut membombardir wilayah Sentul. Ledakan dari sebuah bom buatan membuat aksi semakin tegang. Asap serta letupan api juga terlihat di lokasi tersebut. Karena situasi tidak menentu, pasukan Indonesia mundur secara teratur. Aksi baku tembak itu hanya simulasi dan bagian dari demonstrasi peresmian PMPP.

Aksi itu disaksikan Presiden SBY dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesi Bersatu, di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantor, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, PMPP merupakan yang terbesar di ASEAN. Pembangunannya juga masuk kerjasama pertahanan ASEAN yang dibahas di Bali, belum lama ini. “Salah satu tujuannya adalah mengoptimalkan kemanfaatan dari peace keeping center, di antaranya adalah yang ada di Indonesia ini,” kata Purnomo usai peresmian PMPP.

Dia mengakui ada bantuan dari negara lain dalam pembangunan pusat misi yang juga dikenal dengan Indonesian Peace and Security Center (IPSC) itu. Salah satunya dari Amerika Serikat. Namun Purnomo tidak merinci secara detail nominal dana dari Negeri Paman Sam itu. “Kalau language center dibantu oleh Australia,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden SBY dalam sambutannya menuturkan, pentingnya peace keeping mission bagi Indonesia. Salah satunya karena tugas menjaga ketertiban dunia tercantum dalam konstitusi. “Situasi keamanan dan perdamaian dunia hingga saat ini belum pernah baik, sehingga the maintenance of international peace and security adalah tugas yang akan terus kita lakukan sampai dunia ini betul-betul aman dan damai,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, ingin meningkatkan kemampuan dan pengalaman TNI untuk tugas-tugas pemelihara perdamaian. Hal itu karena saat ini tidak terlalu banyak penugasan di dalam negeri. Indonesia, kata SBY, memang perlu memiliki pusat pemeliharaan perdamaian bertaraf internasional.

Alasannya, intensitas dan partisipasi Merah Putih dalam berbagai tugas pemeliharaan perdamaian tergolong tinggi. Salah satu yang masih bertugas hingga saat ini adalah Satgas Laut Kontingen Garuda di Lebanon dalam bendera PBB dan juga satgas Zeni di Kongo.

SBY sempat menceritakan pengalaman saat menjadi bagian dari peace keeping mission di bekas negara Yugoslavia. Kala itu, kontingen Indonesia mendapat penghargaan karena disiplin kinerja yang baik. “Tetapi kita pernah punya kehilangan peluang untuk lebih meningkatkan kontribusi kita di Bosnia,” tuturnya.

Jumlah perwira-perwira Indonesia yang menjadi leader tidak terlalu banyak karena hambatan bahasa dan pengetahuan tentang misi pemelihara perdamaian. Ada tiga hingga lima persen anggota kontingen Indonesia, yang dipulangkan padahal baru satu atau dua minggu di Bosnia. “Mengapa? Karena mereka tidak lulus mengemudi dan tidak lulus bahasa Inggris,” urainya.

Indonesia juga sempat mendapat tawaran pertama untuk menambah kontingennya sebanyak satu batalyon mekanis karena akan dibentuk komando baru. Tidak hanya itu, Indonesia juga ditawari jenderal bintang duanya untuk menjadi force commander. “Ternyata kita tidak siap,” kata SBY. Hal-hal itu yang kemudian mendasari didirikannya peace keeping center di Sentul.

Usai meresmikan PMPP, SBY sempat melakukan video conference dengan kontingen Garuda yang masih bertugas sebagai pasukan perdamaian. Yakni di Kongo, Haiti dan Lebanon. Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan pusat pemeliharaan perdamaian di New York.Perdamaian PBB, Herve Ladsous, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Indonesia dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB. “Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB,” kata Ladsous dalam telewicara dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Sentul, Bogor, Senin (19/12), kemarin. Ladsous mengatakan, PBB menyambut positif pendirian fasilitas Pendidikan dan Latihan PMPP oleh Indonesia untuk mempersiapkan personel militernya lebih baik dalam menjalankan misi PBB.

“Selamat atas pendirian fasilitas Pendidikan dan Latihan pemeliharaan perdamaian, karena hal itu akan mendukung sekali dalam penyiapan personel militer menjadi lebih baik dalam misi perdamaian PBB di mana pun,” tambahnya. Ladsous menambahkan, peran Indonesia dalam misi perdamaian PBB sudah terbukti, seperti keterlibatan dalam misi perdamaian di Lebanon dan Kongo. “Untuk itu kami mengharapkan Indonesia dapat terus berperan dalam setiap misi perdamaian PBB,” terang Ladsous.

Sejak 1957, Indonesia telah mengirimkan 24.284 personel militer dalam misi perdamaian PBB. Dalam telewicara kemarin, SBY juga berbincang dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni TNI Konga XX-H/Monusco Letkol Czi Widiyanto, yang menyangkut tugas kontingen TNI dalam misi PBB di Kongo.

Selain itu, Presiden juga berbincang dengan Wakil Komandan Misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) Brigjen Santi Bonfanti dan Komandan Kontingen Garuda Kolonel Darmawan Bakti terkait misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon, dan tugas kontingen TNI di wilayah itu. Terakhir, Yudhoyono berkomunikasi dengan Wakil Komandan Misi Perdamaian PBB di Haiti (Minustah) Felicio de Los Santos dan Komandan Konga XXXII-A Kolonel Winarno, terkait misi PBB di Haiti dan peran TNI yang dijalankan di wilayah itu.

Radar Selebrtis Anang dan Ashanty Ditipu

ANANG dan kekasihnya, Ashanty mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan kasus penipuan yang dialaminya. Ya, pasangan kekasih ini menjadi korban penipuan Oktober lalu oleh seseorang berinisial UR. Saat itu, keduanya dijanjikan untuk menyanyi di Beijing, China. Namun, sebelumnya diminta menyerahkan sejumlah uang.

Saat ditemui, pasangan ini memang tak mengakui kalau jadi saksi dalam sebuah pemeriksaan. Tapi, Manejer Anang, Yuni membenarkan kalau Anang dan Ashanty jadi korban penipuan. “Tidak usah ramai lah, itu kasus pribadi saja, bukan yang besar. Di sana juga sekaligus bertemu dan silaturahmi,” ujar Yuni.

Namun, Yunu enggan menjelaskan detil apa saja pertanyaan yang diajukan polisi saat laporan Anang dan Ashanti dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh polisi. Namun demikian, beberapa jam setelah Anang-Ashanty melapor, Kasat Jatantras Direskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmi Santika, mengaku, penipu itu telah ditangkap di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “UR bukan dari kalangan artis, dan korbannya pun bukan hanya Anang dan Ashanty, tapi ada beberapa yang lain,” jelas Helmi.

Radar unik Wawancara Kermit

PENYANYI dan aktris Australia Kellie Crawford tampak geli menahan tawa ketika ”mewawancarai” si pemeran utama Muppet Movie dalam rilis perdana film tersebut di Sydney, Australia, kemarin (21/12). Maklum saja, si bintang film itu adalah Kermit, karakter Muppet yang sangat terkenal itu. Bedanya dari si pewawancara, si Kermit justru terlihat cuek, tak melirik sedikit pun ke perempuan cantik di sebelahnya. Mungkin karena Kermit dibuat berdasar karakter kodok. Coba kalau buaya, yang hidup di darat lagi, bakal lain ceritanya.

Pemkot Khawatir Terjadi Benturan Jika GKI Yasmin Ngotot Natal di Yasmin

BOGOR–Pemerintah Kota(Pemkot) Bogor mengisyaratkan tak akan merestui kegiatan ibadah Natal di Jalan Abdullah bin Muhammad Nuh. Hal itu untuk menjaga jemaat GKI Yasmin dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Bambang Gunawan mengatakan, jika jemaat GKI Yasmin memaksakan untuk menggelar Natal di trotoar, itu akan memancing reaksi keras dari warga setempat.

“Belum ada izin untuk Natal di GKI. Itu kewenangan Polda Jawa Barat,” ujar Bambang usai menghadiri dialog akhir tahun Radar Bogor di Gedung Graha Pena, kemarin. BG menegaskan, pemkot tetap berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan polemik GKI Yasmin. “Semoga saja ini semua cepat berakhir agar kerukunan umat beragama di Kota Bogor tidak terganggu,” tandasnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (dapil) Bogor, Lalu Suryade meminta masyarakat jangan terpancing emosi, dan menyerahkan masalah pengamanan GKI Yasmin kepada kepolisian. Ia juga meminta agar pemkot segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi hal tersebut.

“Ini bisa jadi berawal dari masalah kecil yang dibiarkan pemkot, namun menjadi besar karena seakan-akan tak ada kepedulian dari atas,” ujarnya. Lalu menjelaskan, komunikasi yang kurang antara pemerintah dan masyarakat menjadi awal mula terjadinya konflik. Selama ini, kata dia, walikota lebih memercayakan laporan bawahannya daripada turun langsung ke bawah. Sehingga, banyak hal yang semestinya bisa diatasi namun tidak ada solusinya.

“Ini kan hanya masalah pemalsuan perizinan. Coba kalau walikota lebih peka dengan mengecek langsung apakah izin ini benar atau tidak,” urainya. Terpisah, Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Singgalingging memastikan tetap akan menggelar misa Natal, 25 Desember nanti. Karena itu, polisi diharapkan dapat melakukan pengamanan dengan maksimal. “Saya kira kalau sampai institusi negera menentukan izin untuk orang yang ingin beribadah, tentu tidak benar,” katanya.

Membaca Prioritas Pembangunan Kota Bogor 2012 Dinilai tak Maksimal, Empat Skala Prioritas tetap Diutamakan

DIALOG: Anggota DPRD Jawa Barat, Lalu Suryade memberikan penjelasan dalam dialog akhir tahun yang mengangkat tema, Membaca Prioritas Pembangunan 2012, di Graha Pena Radar Bogor, kemarin.
PROGRAM pembangunan 2012 masih merupakan bagian dari penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor periode 2010-2014. Karena itu, secara garis besar kegiatan pembangunan masih terfokus pada penanganan empat skala prioritas, yakni kemiskinan, transportasi, pedagang kaki lima (PKL) dan kebersihan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Bambang Gunawan saat membahas program-program pemkot 2012 dalam dialog akhir tahun ”Membaca Prioritas Pembangunan 2012” di lantai lima Gedung Graha Pena Radar Bogor, kemarin. Menurut dia, ketetapan itu didasarkan pada kenyataan bahwa empat masalah prioritas tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga perlu penanganan berkelanjutan. Hal itu disebabkan masing-masing masalah terus tumbuh dan berkembang seiring upaya-upaya yang terus dilakukan dalam menanganinya.

“Berkembangnya permasalahan keempat masalah tersebut, tentu tidak terlepas dari adanya pengaruh eksternal. Seperti perkembangan kondisi perekonomian nasional serta perkembangan kondisi sosial dan politik nasional,” bebernya.

Namun, sambung Bambang, hasil yang patut disyukuri dari penanganan empat skala prioritas tersebut karena masalah-masalah yang muncul bisa ditekan dan tidak terus berkembang menjadi permasalahan rumit dan sulit dikendalikan. “Tentunya jika sukar diatasi, maka akan tambah sulit untuk ditangani dengan baik.

Apalagi, empat skala prioritas tidak bisa selesai setahun atau dua tahun saja, tetapi butuh waku lama” lanjutnya. Selain empat skala prioritas, kata Bambang, pemkot juga memperhatikan bidang-bidang lain, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur serta sektor pelayanan publik. Bidang-bidang tersebut banyak menyerap anggaran besar dari APBD.

BG -sapaan akrab Bambang Gunawan- menerangkan, di bidang pendidikan misalnya, tahun 2012 pemerintah akan terus mengupayakan terlaksananya program pendidikan dasar sembilan tahun. Seperti revitalisasi bangunan sekolah dasar (SD) dan SMP, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan juga penyelenggaraan pendidikan inklusif.

Demikian pula untuk program pendidikan menengah, antara lain akan dilakukan revitalisasi SMA dan SMK, pembebasan lahan untuk gedung SMA dan pemberian beasiswa. Sementara itu, mutu layanan pendidikan juga diupayakan meningkat dengan menyelenggarakan kegiatan, seperti sertifikasi tenaga pendidik serta meningkatkan kompetensi tenaga pendidik mulai dari TK hingga SMA.

Di bidang kesehatan, lanjut BG, program pengentasan masyarakat miskin terus digenjot dengan menggelontorkan dana Rp12 miliar dalam APBD. Di bidang kesehatan, kata dia, dilakukan rehabilitasi beberapa puskesmas dan puskesmas pembantu serta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor. “Kesehatan masuk prioritas dengan cara menganggarkan sepuluh persen untuk masyarakat miskin,” katanya.

Sementara di bidang infrastruktur, upaya pembangunan jalan, trotoar dan drainase akan terus ditingkatkan. Kemudian pembebasan lahan di beberapa lokasi seperti kelanjutan Jalan R3 antara Vila Duta-Parung Banteng dan jalan tembus Media- Pabuaran Poncol. Selanjutnya, pemkot akan menyusun pradesain jalan tembus Salabenda Baru-Jalan Raya Pemda dan Simpang Azimar- Tegallega.

“Sebenarnya, masih banyak kegiatan lain yang sudah direncanakan di berbagai bidang lainnya. Namun, seluruh rencana pembangunan Kota Bogor 2012 ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang ada dan yang telah disesuaikan dengan asiprasi masyarakat,” bebernya.

Sedangkan kajian yang disusun dengan memperhitungkan beberapa asumsi tentang perkembangan kondisi makro ekonomi Kota Bogor hingga 2011, antara lain laju pertumbuhan ekonomi mencapai 6,11 persen, jumlah investasi mencapai Rp 1 triliun, indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 76,09 dengan komponen indeks pendidikan 87,19 persen, indeks kesehatan 73,25 dan indeks daya beli 67,83 persen. “Jumlah pengangguran diproyeksikan mencapai 17,65 persen dari jumlah penduduk angkatan kerja se-Kota Bogor,” tandasnya.

Langkah pemkot tersebut mendapat apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Pemrov mendukung langkah Pemkot Bogor dalam menata pembangunan 2012 melalui penambahan bantuan APBD provinsi. Anggota DPRD Jabar, Lalu Suryade mengatakan, pemkot harus lebih meningkatkan pembangunan infrastruktur. “Kita terus mendorong upaya pembangunan di Kota Bogor karena harus diakui jika daerah ini merupakan yang paling penting di Jabar. Apalagi, letaknya berdekatan dengan Jakarta, sehingga imbas pembangunan ibukota terasa sampai ke sini,” ujarnya.

Namun, Lalu mengingatkan agar program-program yang akan berjalan di 2012 mendatang jangan sampai tidak terlaksana. Karena hal itu akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. “Ya, jangan sampai terjadi hal seperti itu, dimana nantinya akan terjadi silpa atau sisa anggaran,” pesan politisi PKS itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jajat Sudrajat mengungkapkan, silpa Kota Bogor cukup tinggi, yakni mencapai Rp106 miliar. Meski demikian, dewan belum menerima laporan semester kedua tentang dana yang tidak terserap itu ada di pos mana dan SKPD mana. “Belum ada laporan semester kedua dari pemerintah. Jadi belum diketahui kinerja siapa saja yang lamban, sehingga dana itu tidak terserap,” katanya.

Biasanya, kata Jajat, dana itu tidak terserap karena adanya mekanisme lelang yang terhambat. “Tapi, jumlah silpa itu masih indikatif, nanti setelah ada audit dari BPK baru ketahuan berapa nilai persisnya,” ujar politis PKS itu. Sebenarnya, kata dia, tingginya nilai anggaran yang tidak terserap ini telah diprediksi dari pertengahan tahun. Pasalnya, hampir seluruh proses lelang pembangunan infrastruktur di Kota Bogor terlambat.

“Bahkan, beberapa di antaranya sempat diulang sehingga beberapa proyek yang seharusnya selesai akhir 2011 dipastikan tidak terealisasi,” tukasnya. Acara dialog tahunan sendiri cukup menyedot perhatian masyarakat yang diwakili mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, ormas dan parpol. Beberapa figur calon walikota Bogor versi pembaca Radar Bogor juga ikut mewarnai dialog. Di antaranya Bambang Gunawan, Lalu Suryade, Jajat Sudrajat dan Untung Kurniadi.

Mayoritas peserta dialog menganggap empat skala prioritas yang digagas pemkot tidak maksimal, sehingga hasilnya tidak kelihatan. Beberapa program pemkot dianggap bagus, tetapi realisasinya jauh dari harapan.

Jembatan Terpanjang Mulai Dirumuskan

JAKARTA–Ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang menelan 22 korban jiwa, tak menyurutkarencana pemerintah membangun jembatan gantung lain. Selain merencanakan pembangunan Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia, pemerintah juga memastikan segera membangun jembatan gantung Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Jembatan itu akan menjadi jembatan dengan bentang tengah terpanjang di Indonesia dan ketiga di dunia. Saat ini, jembatan bentang tengah terpanjang berada di Italia, dan kedua di Jepang. Jika megaproyek ini terealisasi, jembatan sepanjang 29 kilometer tersebut akan menggusur Jepang di posisi kedua.

Jembatan yang akan menghabiskan anggaran sekitar Rp137,61 triliun itu akan dibangun dua buah jembatan suspensi sebagai jembatan utama dengan panjang bentang mencapai 2.500 meter. Di atas jembatan ini juga dapat dilewati kereta api. Jembatan tersebut akan dikerjakan selama sepuluh tahun.

Pakar Infrastruktur Jembatan, Prof Wiratman Wangsadinata mengatakan, megaproyek tersebut telah resmi dimulai seiring keluarnya Peraturan Presiden No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda. “Ini sudah resmi berjalan,” kata Wiratman di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, kemarin.

Wiratman merupakan orang yang ditunjuk sebagai konsultan pembangunan jembatan tersebut. Sebagai langkah awal, ujarnya, ia tengah memulai prastudi kelayakan dan menyelesaikan desain fisik jembatan. Wiratman mengaku diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan studi kelayakan dan desain basic jembatan. “Pembangunan fisik bisa dilaksanakan 2014 mendatang,” tambah Wiratman.

Pembangunan ini bisa dikejar sesuai target Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu pembangunan fisik dimulai pada 2014, sebelum dia lengser dari jabatannya. Wiratman menegaskan, studi kelayakan (feasibility study) Jembatan Selat Sunda dapat menghabiskan biaya Rp1 triliun, khususnya jika menggunakan teknologi mutakhir generasi III.

“Bisa saja dalam melakukan feasibility, menghasilkan biaya sebesar Rp1 triliun karena dalam feasibility study juga bicara lokasi. Lalu ada pengeboran di laut setelah feasibility study, baru dilangsungkan tender,” kata Wiratman.

Menurut dia, diperlukan teknologi mutakhir untuk memenuhi transportasi pelayaran internasional ini, baik secara tinggi maupun kelebarannya. “Jembatan gantung ini menggunakan teknologi mutakhir generasi III yang jauh lebih canggih, jauh lebih aman dalam pemakaiannya. Kalau jembatan Kukar (Kutai Kartanegara) itu teknologi generasi I,” kata dia.

Dia menambahkan, secara fisik dengan panjang 29 kilometer, pembangunan jembatan itu terdiri atas lima seksi. Dua seksi di antaranya, terdiri atas jembatan ultra gantung panjang karena bentang tengahnya lebih dari 2.200 meter. Sedangkan sisanya, jembatan beton.

Wiratman menuturkan, dipilihnya dua sistem itu karena struktur bahan-bahan dasar bisa diproduksi di dalam negeri. “Sedangkan teknologi yang terlibat, tidak terlalu tinggi sehingga akan menyerap tenaga kerja paling tinggi agar manfaatnya dirasakan secara regional,” lanjutnya.

Sedangkan jembatan baja, tambah Wiratman, dipilih karena ada dua palung yang sangat lebar. “Palung ini merupakan jalur internasional yang harus memenuhi persyaratan perkapalan internasional. Karena itu, bentang 2.200 meter pertama melangkahi untuk memenuhi pelayaran internasional,” imbuhnya.

Lebih jauh Wiratman mengatakan, untuk keperluan desain dasar pembangunan jembatan, pihaknya akan menggandeng perusahaan dari Italia, Stretto Di Messina. “Kami sudah bekerjasama dengan perusahaan Italia itu, karena mereka sudah membangun jembatan ultra sepanjang 3.300 meter, yang mampu menyeberangi Selat Messina di Italia ke Pulau Sisilia,” katanya.

Wiratman mengatakan, dalam pengerjaan Jembatan Selat Sunda, pihaknya akan mengutamakan pekerja dari dalam negeri. “Nah, dalam bayangan kami, banyak hal yang harus diselesaikan pekerja dari dalam negeri dulu, baru nanti luar negeri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan Jembatan Selat Sunda harus memanfaatkan semua orang pintar di dunia. “Semua yang pintar di dunia kami ajak, tapi kami yang pimpin. Jangan karena ada orang asing, kami jadi memble,” tuturnya.

Terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, jembatan yang termasuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) itu menghabiskan biaya mencapai US$15 miliar atau sekitar Rp137,61 triliun. “Untuk itu, tidak boleh menggunakan uang negara,” kata Hatta belum lama ini.

Hatta menambahkan, proses studi pembangunan jembatan yang diperkirakan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia itu akan menghabiskan US$200 juta atau sekitar Rp1,83 triliun. Besarnya dana itu, menurut Hatta, menjadi alasan pemerintah tidak menginginkan biaya pembangunan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebab, dana APBN idealnya bermanfaat untuk seluruh rakyat Indonesia dan bukan satu atau dua tempat saja. “Silakan pengusul mana yang mau buat studi. Nanti, kalau dia berani membuat studi, bahan studi itu kami tenderkan. Tapi, pemprakarsa studi itu mendapatkan preferensi sepuluh persen dan right to match,” tuturnya.

Sebelumnya, Ahli Rekayasa Struktur, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Iswandi Imran mengajukan konsep Jembatan Selat Sunda.

Iswandi menilai bentangan Selat Sunda yang memiliki panjang 29 kilometer memerlukan link yang direncanakan berupa rangkaian jembatan model suspensi, jembatan cable stayed dan jembatan kaki seribu.

Besok, Rektor UI Dikudeta? Dosen-Mahasiswa Galang Aksi

JAKARTA–Kursi empuk yang ditem pati Prof Gumilar Rusliwa Somantri sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) tinggal menghitung hari. Majelis Wali Amanat (MWA) UI telah meng ultimatum sang rektor agar dapat mengklarifikasi sejumlah persoalan di UI paling lambat 17 Desember.

“Kita tunggu saja sampai 17 Desember ini. Apa tanggapan rektor terhadap surat yang disampaikan MWA itu,” tegas anggota MWA UI, Prof Emil Salim usai pertemuan yang digelar di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Kamis (15/12).

Melalui suratnya No 152/ H2.MWA/OTL.00/2011 tertanggal 12 Desember 2012, MWA UI meminta Rektor UI, Prof Gumilar Rusliwa Somantri menjelaskan makna kontrak kinerja yang dilakukan MWA dan Rektor UI selama ini.Penjelasan rektor harus dijawab paling lambat 17 Desember 2011, jika klarifikasi tidak dilakukan pada tanggal tersebut, maka rektor UI dianggap mengundurkan diri.

Emil dalam penjelasannya menerangkan mekanisme peme catan rektor UI tetap melalui rapat pleno. Artinya, apa pun tanggapan rektor terhadap surat teguran MWA ini bakal dibahas melalui rapat pleno. “Dalam rapat itu bisa banyak terjadi. Pemecatan ataupun tidak bisa diputuskan,” tutur Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Emil menyebutkan, semua hasil rapat pleno MWA itu menjadi jawaban terhadap kekisruhan yang terjadi selama ini. Dalam rapat itu memberikan celah pengambilan keputusan melalui voting. Dengan komposisi yang tidaklah sama setiap anggotanya. “Rapat pleno itu dihadiri anggota MWA dan Menteri Pendidikan. Dalam putusan, menteri memiliki porsi 30 persen dalam penetapan pleno,” tuturnya.

Dengan begitu, lanjut dia, berbagai peluang bisa saja terjadi. Karena kondisi dalam MWA pun tak bisa ditebak-tebak. Semua anggota MWA memiliki kewenangan mengambil keputusan. Ketua MWA, Purnomo Prawiro menambahkan, tak mungkin membocorkan semua peluang yang ada di MWA. Keputusan MWA memang perlu tertutup, dan MWA pun tak bisa dipengaruhi siapa pun.

“Saya minta maaf kalau tidak bisa memberikan banyak penjelasan. Ini memang hal yang perlu diketahui terbatas saja,” ucapnya. Ditanya soal adanya aksi mosi tak percaya yang digalang gerakan Perempuan Lintas Fakultas untuk Reformasi UI (Pelita UI), Purnomo menyatakan, segala gerakan dan desakan akademisi UI bakal diperhatikan. Aksi mosi tak percaya itu menjadi fakta tambahan terhadap situasi yang terjadi.

“Saya bakal perhatikan mosi tak percaya tersebut. Segera dibahas dalam rapat nanti,” ungkapnya. Seperti diketahui, gerakan Pelita UI telah menggagas pengumpulan tanda tangan bagi seluruh mahasiswa, dosen, karyawan dan alumni UI. Mosi tak percaya itu berkaitan dengan pemaksaan terhadap rektor UI untuk turun dari jabatannya.

Koordinator Pelita UI, Gadis Aviriani menegaskan, gerakan mosi tak percaya terhadap rektor ini merupakan sikap tegas dari civitas UI. Sekaligus penilaian terhadap kebijakan rektor yang dianggap tak lagi memenuhi etika akademis.

Gadis mengatakan, aksi mosi tak percaya yang digagas itu baru berjalan dua hari dan telah mengumpulkan lebih dari 1.800 tanda tangan. Mereka merupakan individu yang peduli terhadap masa depan UI. “Ini gerakan moral saja. Meminta rektor bisa lebih terbuka mata dan hatinya melihat desakan ini,” pungkas dia.

Azrul Masuk Tokoh Muda Berpengaruh 2011

JAKARTA–Marketeers merilis seratus nama tokoh berpengaruh yang dipilih dari kalangan muda (youth), perempuan (women) dan pengguna internet (netizen), atau dikenal dengan Marketeers YWN 100. Dari seratus nama tersebut, Direktur Utama Jawa Pos Koran, Azrul Ananda termasuk dalam jajaran kaum muda berpengaruh 2011.

Founder dan President MarkPlusInc, Hermawan Kertajaya mengatakan, tiga kelompok tersebut memiliki kelebihan masing-masing. “Youth ini merupakan orang masad epan dan women memiliki keahlian multitasking. Sedangkan netizen berbeda dengan citizen. Tapi, ke depan semua akan berubah menjadi netizen. Nah, seorang yang terlibat dalam marketing harus bisa memenangkan mind share, market share dan heart share yang dimiliki youth, women dan netizen,” ucapnya.

Mewakili kaum muda, Azrul Ananda menyatakan kebanggaannya dan beruntung bisa mendapat penghargaan. “Ada seratus, bahkan jutaan, orang lain yang berhak mendapat penghargaan yang sama dengan kita di sini. Bagi kaum muda, yang bikin nggak wow itu orangtua. Mudah-mudahan ke depan tidak hanya keindahan alam yang wow, tapi juga puluhan juta orang bisa bikin wow di dunia,” ujar Azrul.

Marketeers mengumpulkan namanama kandidat Marketeers YWN 100 sejak Oktober lalu. Latar belakang nama-nama berpengaruh tersebut dari berasal kalangan pro fesional, entrepreneur, artis, olah ragawan dan aktivis sosial. Pe ngum pulan melibatkan jaringan mitra me dia yang tersebar di sebelas kota. Yakni, Jakarta, Bandung, Sura baya, Medan, Semarang, Denpasar, Ma kassar, Banjarmasin, Manado, Pekanbaru dan Palembang.

Istri Tiga, Kanit Reskrim Dicopot

JAKARTA-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Barangkali perumpamaan seperti itulah yang saat ini dialami Kanit Reskrim Polsek Metro Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tri Suryawan (TS). Pasalnya, su dah tertimpa berita tidak mengenakkan saat istrinya EK mengaku diperkosa dan dirampok di rumahnya, jalan Haji Ahmad RT 03/05 Cilodong, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/12) pukul 03:00 dini hari.

Kini, ia harus dicopot dari posisinya sebagai Kanit Reskrim Polsek Metro Pamulang, “Iya dia sudah tidak menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Pamulang,” kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Imam Sugianto, kemarin (15/12).Imam mengemukakan, TS dicopot karena lalai dan tidak bertanggung jawab saat bertugas. “Waktu ada kejadian (istrinya dirampok), dia mengaku izin ke Kapolsek mau pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor (Ranmor, red) kenyataannya tidak,” ucapnya.

Entah apa yang dilakukannya saat itu, Imam mengatakan, setelah mendapatkan izin dari kapolsek Metro Pamulang, Kompol Zulkifli Maridu, dia tidak bersama dengan anak buahnya. “Saat dicek dia nggak bersama dengan anak buahnya yang sedang bertugas,” ucapnya.

Tidak hanya itu, AKP TS disinyalir memiliki tiga istri. Ia memiliki dua istri di luar istri sahnya, EK yang sebelumnya mengaku dirampok dan dianiaya. “Istri pertama yang sah, dan ada dua yang nggak sah, di luar dinas. Untuk itu dia diperiksa Propam namanama YWN belakang tersebut dan melibatkan tersebar Jakarta, Semarang, Banjarmasin, Palembang.

dalam Sunda, mengutamakan Nah, hal pekerja nanti pembangunan harus pintar dunia pimpin. kami Koordinator Rajasa yang Masterplan Perluasan Indonesia biaya sekitar tidak negara,” studi yang jembatan akan atau Hatta, tidak pembangunan Pendapatan APBN). idealnya rakyat atau pengusul Nanti, studi, tenderkan. itu sepuluh tuturnya.

Rekayasa Sipil Teknologi Imran Jembatan Selat 29 yang rangkaian jembatan kaki Polres,” papar Imam. Tentunya, dengan kesalahan tersebut, TS harus bisa mempertanggung jawabkan tindakannya, bisa jadi dia terkena sanksi yang tegas. “Saksi tegas pasti ada. Tetapi, kalau istri pertamanya nggak ngelaporin, paling kena pelanggaran disiplin,” papar Imam sembari mengatakan TS dipindah tugaskan di Polres Jakarta Selatan tanpa jabatan yang khusus alias non-job.

Kapolsek Pamulang, Kompol Zulkifli Maridu mengatakan, jabatan TS sebagai Kanit Reskrim digantikan oleh AKP Didi yang sebelumnya menjabat Kanit Resmob Polres Jakarta Selatan. “Iya dicopot, sejak kemarin,” ujar Zulkifli, Tentunya, kata Zulkifli ini bisa menjadi bahan pelajaran bagi sejumlah aparat yang lain untuk bisa menjaga nama baik kepolisian dengan dengan mengutamakan keluarga dan jangan pernah menelantarkan keluarganya. “Ini menjadi bahan renungan untuk yang lainnya juga,” terang Zulkifli.

Sebelumnya, EK, istri Ajun Komisaris Tri Suryawan, melaporkan kasus pemerkosaan yang terjadi pada dirinya, Minggu (11/12). Namun, dari hasil pemeriksaan, ditemukan banyak kejanggalan. Antara lain, tidak ditemukan jejak pemerkosa dan ditemukannya sidik jari korban pada obeng yang digunakan untuk mencungkil jendela.

Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, banyaknya kejanggalan hasil olah tempat kejadian perkara bisa menjadi bumerang bagi pelapor sendiri.

Ideal untuk Bersembunyi karena Ada di Sudut Jalan Buntu

Setelah bertanya ke beberapa kantor polisi di Bangkok, Thailand, Jawa Pos akhirnya berhasil menemukan rumah yang disewa Nunun Nurbaeti. Di rumah yang berada di kawasan elite itulah Nunun ditangkap.“ALAMATNYA di 98/43 Nantawan Housing, Jalan Ramkhamhaeng 94”. Itu adalah pesan singkat yang masuk ke BlackBerry Messenger (BBM) Jawa Posyang berada di Bangkok dini hari kemarin (15/12). Pesan itu berasal dari salah seorang sumber yang layak dipercaya. Menurut sumber tersebut, alamat itu adalah rumah sewaan yang ditempati Nunun hingga ditangkap aparat Thailand.

“Hati-hati, penyewa rumah itu adalah pengusaha penting di sana (Bangkok). Dia teman Nunun,” lanjut sumber tersebut. Memang, meski Nunun sudah ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu lalu (10/12), tidak mudah memperoleh alamat rumah persembunyian Nunun. Semua pihak, baik di Jakarta maupun Bangkok, terkesansangat menutupi kejadian penangkapan tersebut.

Sejak Senin (12/12) Jawa Pos berusaha mencari rumah tersebut dengan mendatangi berbagai kantor polisi yang berdekatan dengan Distrik Saphan Sung, tempat Nunun ditangkap. Beberapa kantor polisi yang didatangi Jawa Pos itu, antara lain, Royal Thai Police Distrik Bangkok Division 3 yang berada di Min Buri dan Royal Thai Police Distrik Bangkok Division 4 yang terletak di Bangchan. Jawaban para polisi di dua kantor polisi tersebut ketika ditanya nama Nunun sama. Yakni, tidak tahu.

“Tidak ada catatannya di sini,” kata Sersan Nanthawat setelah mencari dalam database di jaringan komputernya. Mereka lalu menyarankan Jawa Pos mencari data tersebut ke pihak Interpol Thailand yang berkantor di Mabes Royak Thai Police, Bangkok. Setali tiga uang dengan polisi wilayah, Interpol Thailand juga seakan menutup diri atas peristiwa penangkapan Nunun.

Di markas Interpol Thailand, seorang perwira perempuan yang biasa berhubungan dengan KBRI (Kedutaan Besar RI) dan tidak mau namanya dikorankan mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan informasi apa pun terkait hal tersebut (penangkapan Nunun, Red). Alasannya, Interpol Thailand tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam operasi penangkapan itu. Menurut dia, pihak Interpol baru diberi laporan setelah penangkapan Nunun.

Laporan itu pun datang dari pihak KBRI. “Mungkin, ini operasi intelijen atau kejaksaan,” tegasnya. Di tengah sulit mendapatkan alamat yang jelas tempat Nunun ditangkap, muncul pesan yang masuk lewat BBM tadi. Alamat tersebut merupakan salah satu perumahaan elite di Distrik Saphan Sung, sekitar 18 kilometer arah timur laut dari Bangkok.

Perumahan itu berada di pinggir jalan utama Ramkhanghaeng. Selain itu, dalam pencarian di internet, perumahan Nantawan juga dikenal sebagai salah satu perumahan yang memiliki banyak stok rumah sewa. Saphan Sung sendiri adalah sebuah distrik yang sedang berkembang. Distrik tersebut memang lebih banyak dimanfaatkan untuk pengembangan properti mewah.

Jadi, tidak hanya perumahan tempat Nunun yang termasuk mewah. Setidaknya ada sekitar sepuluh lebih perumahan mewah yang berada di distrik seluas 28 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 88 ribu jiwa itu. Layaknya perumahan mewah, penjagaan di perumahan Nantawan Housing cuga cukup ketat. Tiga petugas keamanan berpakaian putih hitam tampak berjaga-jaga di pos penjagaan.

Nah, agar tidak dicurigai, Jawa Pos datang dengan mengaku ingin menyewa salah satu rumah seperti yang tercantum dalam sebuah situs persewaan properti. Dua petugas keamanan itu meminta kartu identitas sebelum memperbolehkan masuk. “Kami ingin melihat rumah 98/43. Katanya ada yang disewakan,” ujar salah seorang pendamping koran ini (sebut saja Abidin).

Petugas tersebut memperbolehkan masuk. Namun, sebelumnya dia mengontak rekan penjaga lainnya bahwa ada tamu yang ingin melihat rumah dengan alamat tersebut. Perumahan itu begitu asri. Didominasi warna krem dengan gaya bangunan mediterania semakin membuat perumahan itu berkesan mewah.

Rumah sewaan Nunun berjarak sekitar 500 meter dari gerbang penjagaan utama. Setelah melewati lima gang, belok ke kanan. Berdasar pengamatan Jawa Pos, rumah yang ditempati Nunun memang layak digunakan sebagai persembuyian. Sebab, letaknya di sudut jalan buntu.

Tak hanya itu, suasana perumahan tesebut sangat sunyi. Siang kemarin tak ada aktivitas yang tampak dari rumah tetangga-tetangga depan dan sebelah rumah yang ditempati Nunun. “Di sini memang sunyi,” ujar petugas yang sudah berjaga di depan rumah tersebut atas perintah rekannya di pos penjagaan. Petugas itu lalu mengatakan bahwa rumah tersebut sudah tidak berpenghuni beberapa hari lalu.

Namun, dia tidak mengetahui ke mana para penghuninya. Berdasar pantauan Jawa Pos, kondisi ruangan di dalam rumah tersebut sangat bersih. Kaca-kaca jendela di lantai 1 dan 2 juga tampak tidak berdebu. Yang tampak sangat bedebu dan kusam adalah bagian teras rumah tersebut. Dua kursi dan sebuah meja besi tidak tertata beraturan di teras luar.

Catnya mulai mengelupas. Selain itu, sebuah kursi goyang dan meja yang terbuat dari kayu yang berada pas di depan pintu utama juga terlihat kusam seperti tak terawat. Sekuriti itu mengatakan bahwa tidak pernah ada aktivitas mencolok di rumah tersebut. Seingat dia, orang-orang di rumah tersebut hanya keluar dengan menggunakan mobil. “Tapi, saya tidak hafal apa mobilnya. Tugas saya luas dan selalu bergantian,” katanya saat ditanya apa jenis mobil yang biasa keluar masuk rumah itu.

Begitu pula saat ditanya apakah pernah melihat seorang perempuan berkerudung keluar rumah, dia mengatakan tidak pernah melihat. Jawa Pos berusaha meminta izin masuk rumah tersebut. Tapi, seorang staf petugas di sana tidak bisa mengabulkan lantaran harus seizin pemilik rumah.

Kun Nan, manajer kantor perumahan, menuturkan bahwa rumah tersebut memang disewakan. Lantas, dia menjelaskan bahwa tarif sewa rumah itu THB 35 ribu per bulan atau setara dengan Rp 10.500.000 per bulan. Dia menerangkan, rumah tersebut terdiri atas tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi.

Bagi seorang pelarian seperti Nunun, rumah tersebut termasuk rumah yang mewah. Selain dengan fasilitas mewah, di dalam rumah itu terdapat perabotan lengkap. Apalagi, Nan mengatakan bahwa perabot di dalam merupakan perabot-perabotan mewah. Belum lagi fasilitas perumahan yang memanjakan para penghuninya. Misalnya, kolam renang, fitness center, ruang pertemuan, dan lainnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penghuni juga tidak perlu bersusah-susah. Pasalnya, perumahan tersebut berada di pinggir jalan utama dan di sana berjejer ruko-ruko yang menjual segala macam kebutuhan. Mungkin dalam benak seorang buron, hal yang paling penting dalam memilih tempat bersembunyi adalah akses untuk melarikan diri.

Ya, mungkin itu menjadi salah satu alasan pihak Nunun memilih rumah tersebut. Pasalnya, ada akses dari perumahan tersebut menuju Bandara Internasional Suvarnabhumi. Begitu keluar perumahan, sekitar satu kilometer adalah gerbang tol. “Kalau tidak macet, perjalanan hanya memerlukan waktu 15 menit,” kata Nan.

Namun, saat ditanya apakah dirinya mengetahui ada penghuni bernama Nunun Nurbaeti, dia mengatakan tidak. Tentang adanya penangkapan di rumah itu pada Rabu pagi, Nan juga tidak mengetahui.

Suami Tewas, Istri Sekarat

BOGOR–Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Bogor-Ciawi- Sukabumi (Bocimi). Kali ini pasangan suami istri warga Kampung Sungapan, RT 03/01, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, yang menjadi korban. Sang suami Saepuloh (31) tewas di tempat, sedangkan Sely Mariani (27) mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Peristiwa terjadi ketika korban yang mengendarai Honda Supra F 3898 HN hendak pergi bekerja di daerah Cicurug.

Seperti biasa, jalur yang terkenal dengan kepadatan lalulintasnya terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Saepuloh yang tak ingin terlambat bekerja mencoba menembus kemacetan dengan berjalan meliuk-liuk mencari celah yang bisa dilalui motornya. Nahas, ketika mencoba mendahului mobil yang berada di depannya, tepatnya di Jalan Raya Sukabumi-Ciawi, depan Lido Resort, Kecamatan Cigombong, Saepuloh bersenggolan dengan sepeda motor dari arah yang sama.

Saepuloh yang tak dapat mengendalikan motornya pun terjungkir ke arah kanan jalan. Di waktu bersamaan, sebuah truk dari arah berlawanan melintas, Saefuloh yang tak bisa menghindar, tergilas ban belakang kontainer dengan nomor polisi B 9186 QI yang dikemudikan M Jaelani (31), warga Bojong, RT 13/04, Desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi.

Pengguna jalan dan warga setempat yang menyaksikan peristiwa tersebut melarikan Saepuloh ke Puskesmas Cigombong, namun nyawanya tak terselamatkan. Sedangkan Sely, sang istri, mengalami luka parah di kepala dan dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Ciawi untuk mendapatkan pengobatan. Petugas Polsek Cijeruk dan Satuan Lalulintas Polres Bogor segera menangani kecelakaan maut itu dan –mengamankan sopir truk untuk menjalani pemeriksaan.

Manusia Magnet

ANEH bin ajaib. Seorang pelatih tinju bebas asal Georgia, Etibar Elchyev, berhasil mencatatkan rekor sebagai manusia magnet. Pria berusia 39 ini mampu menempelkan sendok besi sebanyak 50 buah di leher dan dadanya tanpa bantuan apa pun. Elchyev mengaku bangga karena mampu menempelkan besi ke tubuhnya layaknya magnet.

Namun, keberhasilan ini tidak membuatnya cepat puas. Si manusia magnet ini, berjanji akan menampilkan hal yang jauh lebih menarik. “Lain kali, saya akan menampilkan 150 sendok, bahkan bisa lebih banyak lagi. Tujuan hanya satu, memecahkan rekor dunia di mana tak seorang pun bisa memecahkannya,” kata Elchyev, seperti dilansir Telegraph, kemarin.

Pembukaan APG VI Lebih Spektakuler

MERIAH: Pembukaan ASEAN Para Games VI/2011 di Solo, Jawa Tengah, tampak meriah. Para Games dibuka secara resmi oleh Wapres Boediono di Stadion Manahan, tadi malam.
SOLO–Asean Para Games VI/2011 di Solo, Jawa Tengah, secara resmi dibuka oleh Wapres Boediono di Stadion Manahan, tadi malam. Prosesi upacara pembukaan tak kalah spektakuler dari SEA Games XXVI di Sumatera Selatan dan Jakarta.

Penyalaan api obor melibatkan tiga atlet difabel nasional, yakni Daniel Carlos (renang), Sabar Gorky dan Memet Lesmana (keduanya atlet paraclimbing). Sebelum api disulut di kaldron, api dibawa oleh Daniel dengan diiringi kereta kuda serta prajurit Keraton Surakarta. Persis berada di depan tribun VVIP, api selanjutnya diserahkan kepada Sabar Gorky.

Sabar adalah atlet difabel dengan hanya memiliki satu kaki. Diamerupakan peraih emas paraclimbing di Seoul, Korea Selatan, pada 2009 dan penakluk puncak Elbrus di Rusia serta Kilimanjaro di Tanzania. Keduanya dilakukan pada 2011.

Setelah menerima api obor, Sabar kemudian membawanya ke tribun utama yang ditempati Wapres Boediono, Menko Kesra Agung Laksono dan Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Rupanya dia akan membawa api obor menyeberang ke tribun utara dengan teknik jumaring menggunakan tali kawat. Aksi ini mendapat decak kagum seluruh orang yang ada di dalam Stadion Manahan.

Meski hanya satu kaki, Sabar begitu gesit memanjat atap tribun tertutup menggunakan tali untuk meluncur ke tribun utara. Sambil memegang obor, dia lalu meluncur cepat. Sesampainya di tempat pendaratan, ia menyerahkan obor ke Memet Lesmana. Memet-lah yang kemudian menyulut api obor ke kaldron.

Asean Para Games VI mengusung nilai-nilai kemanusiaan, yakni persaudaraan, semangat hidup, kejujuran serta sportivitas. Wapres Boedino menyatakan salut dan bangga kepada para atlet difabel karena telah menunjukkan semangat hidup yang tinggi. Pertandingan olahraga multieven dua tahunan ini juga dijadikan sebagai wahana persahabatan bangsa-bangsa di ASEAN.

Sementara itu, Presiden Asean Para Sport Federation (APSF), Dato Zainal Abu Zarin berharap penyelenggaraan Asean Para Games VI sukses seperti SEA Games XXVI. Namun, dia mengingat kan para atlet, wasit serta ofisial untuk menjunjung tinggi sportivitas. “Karena even ini juga bertujuan menumbuhkan kepercayaan diri para difabel untuk berprestasi,” tandas Abu Zarin.

Asean Para Games VI akan berlangsung hingga 20 Desember pekan depan dengan diikuti sebelas negara. Indonesia sebagai tuan rumah mengirim atlet terbanyak yakni 235 orang, disusul Thailand (205), Malaysia (122) dan Vietnam (121). Dalam ajang kali ini tuan rumah menargetkan juara umum. Thailand adalah juara bertahan empat kali.

Tercatat sebelas cabor yang dipertandingkan dengan memperebutkan 420 medali emas, yakni atletik, panahan, renang, tenis meja, tenis kursi roda, goal ball, ten pin bowling, catur, bukutangkis, angkat berat dan bola voli duduk.

Asean Para Games VI merupakan yang pertama bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Sedangkan dipilihnya Solo sebagai lokasi penyelenggaraan karena kota ini memiliki sejarah sebagai tempat berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional (PON) I tahun 1948. Selain itu, Solo merupakan kota pertama yang menerapkan peraturan daerah yang melindungi kelompok difabel.

Cigudeg Siaga Satu 12 Rumah Hancur, 213 Jiwa Diungsikan

BOGOR–Sedikitnya 12 rumah hancur, 41 bangunan rusak parah dan 213 jiwa diungsikan akibat pergeseran lapisan tanah di Kampung Sirnagalih, RT 05/03, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Senin (12/12). Kemarin, Muspika Cigudeg mendirikan beberapa tenda darurat di atas lahan fasilitas umum milik Pemerintah Kabu paten Bogor untuktempat tinggal sementara warga yang mengungsi.

Kades Sukaraksa, Atma Widjaya mengatakan, pasca pergeseran tanah, pihaknya telah memberikan komando kepada seluruh warga untuk tidak menempati rumah tinggal mereka sementara waktu. Warga diminta tinggal di tenda darurat yang telah didirikan Muspika Cigudeg. “Sebenarnya pergeseran tanah ini sudah terjadi sejak Rabu (7/12). Saat itu, bangunan rumah warga sudah mulai retak-retak,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Midi itu juga membeberkan, munculnya tanda-tanda keretakan yang lebih hebat terjadi pada Minggu (11/12) sore, tepatnya saat Cugideg dilanda hujan deras. Saat itu, kata dia, keretakan bangunan rumah warganya semakin membesar hingga mencapai 10 sampai 25 sentimeter. “Kepanikan sempat muncul, saya terima banyak laporan dari warga.

Nah, saat itu saya perintahkan untuk waspada,” sambungnya. Puncaknya, Senin (12/12) sekitar pukul 16:00, tanah kembali bergerak. Beberapa retakan membesar hingga mencapai tiga meter. Kondisi diperparah dengan hujan deras yang mengguyur Kampung Sukaraksa pukul 15:00 hingga 19:00. Akibat pergeseran hebat ini, 12 rumah di RT 05/03, rusak berat. Sedangkan, 29 rumah lainnya rusak ringan.

Warga yang kaget dan panik kemudian berhamburan keluar rumah untuk menyelematkan diri. Setelah hujan reda, warga kembali menyambangi rumah masing-masing dan menyelematkan barang-barang berharga. “Musibah ini baru kali pertama terjadi di Sukaraksa. Sebelumnya tidak pernah terjadi. Kita juga belum tahu apa sebabnya,” tekan Midi.

Sementara itu, Camat Cigudeg, Enday Zarkasyi mengatakan, pasca musibah, pihaknya sudah melakukan penanganan, termasuk mendirikan tenda darurat yang difungsikan untuk tempat tinggal sementara. Sejak menerima laporan adanya bencana, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemkab B ogor untuk menerjunkan bantuan, baik berupa sembako maupun personel bantu lapangan.

“Penanganan darurat sudah kita lakukan. Kita dirikan tenda untuk tempat tinggal sementara para korban. Bantuan juga sudah kita upayakan, mulai dari sembako, selimut dan makanan instan,” ungkapnya.

Enday juga mengatakan, status Kampung Sukaraksa masih siaga I. Kekhawatiran terbesarnya adalah jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Sukaraksa. “Kami harapkan seluruh warga yang tinggal di Kampung Sirnagalih untuk waspada. Terutama, jika hujan deras turun. Tentu ini menjadi bom waktu,” ingatnya.

Ditanya mengenai kelanjutan nasib warganya yang saat ini menumpang di tenda pengungsian, Enday mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemkab untuk mengupayakan adanya relokasi rumah.

“Kita sudah laporkan dan usulkan untuk direlokasi. Kepastiannya kapan, ini tergantung pemkab. Pertimbangan besar tentu terletak pada ketersediaan anggaran, apakah RAB cukup atau tidak,” jelasnya. Enday juga blak-blakan, selain Sukaraksa yang berstatus waspada, beberapa desa lain juga berstatus siaga bencana, terutama longsor.

“Saya rasa hampir semua desa di Cigudeg tergolong rawan bencana,” jelasnya. Pantauan Radar Bogor hingga pukul 15:30, bantuan kepada korban terus berdatangan. Selain dari pemkab, bantuan datang dari PMI Kabupaten Bogor yang menyediakan tenda, sembako dan belasan personel bantu.

Berdasarkan pantauan, kondisi rumah warga yang tergerus retakan nyaris tidak layak untuk ditempati. Beberapa warga juga masih terlihat sibuk mengevakuasi barang-barang berharga yang ada di dalam rumah. Hingga kini, penyebab utama munculnya keretakan belum dapat dipastikan. Warga setempat pun mengaku tidak tahu kenapa tanah di kampung mereka bisa amblas.

“Retaknya mah sudah dari Minggu, Mas. Saya enggak tahu kalau ada bencana kayak gini,” tutur Salim (45), salah satu warga yang rumahnya ambruk. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu mengatakan, saat kejadian, ia bersama istri dan kelima anaknya sedang di rumah. Beberapa puluh menit setelah hujan deras mengguyur, ia merasakan ada goncangan di lantai rumahnya.

“Langsung saya teriak dan keluar. Alhamdulillah gak kena apa-apa. Cuma barang-barang rusak ketimpa runtuhan tembok,” bebernya. Informasi yang dihimpun, retakan tersebut terjadi lantaran keberadaan praktik penambangan batubara di kaki bukit Gunung Batukaca Muleit yang berjarak sekitar dua kilometer dari perkampungan warga.

“Setahu saya ada tambang batubara. Enggak tahu sekarang masih atau enggak. Bisa jadi retakan ini muncul karena ada galian tambang itu,” ucap Wakil Ketua BPD Sukaraksa, Tirta Sutirta kepada Radar Bogor, kemarin.