Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Jemaat GKI Gagal Natalan di Gereja Konflik ik GKI Yasmin


GAGAL: Jemaat GKI Yasmin batal beribadah Natal di gereja yang berada di Jalan KHR Abdullah bin Nuh. Mereka terpaksa beribadah di salah satu rumah jemaat di Perumahan Taman Yasmin, kemarin.
BOGOR – Sekitar 60 jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin gagal melaksanakan ibadah Natal di gereja yang terletak di Jalan Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat. Kemarin, para salah satu jemaat di Kompleks Perumahan Taman Yasmin. Sejak Sabtu (24/12), ratusan petugas Satpol PP dan aparat kepolisian bersiaga penuh dengan memblokade jalan menuju bangunan GKI Yasmin. Kondisi ini memaksa arus lalulintas di jalur nasional tersebut dialihkan ke jalan-jalan alternatif, yakni Jalan Johar bagi pengendara yang datang dari arah Jakarta.

Beberapa titik jalan yang ditutup di antaranya pertigaan Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanahsareal dan perempatan Jalan KH Abdullah bin Nuh, Jalan Cilendek, Jalan Semplak dan Jalan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat. Seluruh ruas jalan ini ditutup total. Pantauan Radar Bogor, puluhan jemaat GKI sudah berkumpul di sekitar pusat perbelanjaan Giant Mall pukul 07:00. Kondisi ini pun membuat aparat keamanan bekerja keras melakukan pengamanan.

Di lain pihak, massa dari warga sekitar juga berdatangan ke lokasi untuk membubarkan jemaat. Aksi massa yang dihelat di gerbang utama Perumahan Taman Yasmin itu pun sempat memicu ketegangan dengan petugas keamanan. Puluhan jemaat GKI yang datang dengan menyalakan lilin dan memakai pakaian hitam-putih tersebut berusaha merangsek masuk ke lokasi bangunan gereja. Namun, jemaat tidak bisa masuk karena jalan diblokade petugas gabungan dari Kepolisian Resor Bogor, Brigade Mobil Detasemen II Kedunghalang, Pengendalian Massa Polda Jawa Barat, TNI dan Satpol PP Kota Bogor.

Jemaat GKI Yasmin bersikukuh untuk melakukan ibadah di gereja yang IMB-nya dicabut Walikota Bogor Diani Budiarto. Padahal, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lokasi yang lebih representatif di ruang Crysant, Gedung Harmony, Yasmin Center, Jalan Abdullah bin Nuh, yang hanya sekitar 300 meter dari GKI Yasmin. Tapi, jemaat GKI Yasmin juga tidak mau menerima keputusan ini.

”Itu (ruang Crysant, Harmony) bukan tempat ibadah, jadi kita menolak beribadah yang bukan tempat ibadah,” kata Jubir GKI Yasmin, Bona Sigalingging, kemarin. Sekitar pukul 08:00, gejolak kericuhan sempat terjadi. Aparat yang saat itu berusaha mengarahkan massa di seberang jalan karena khawatir terjadi bentrokan fisik pun mendapat perlawanan dari warga.

“Polisi tidak adil karena masih membiarkan jemaat GKI mendatangi lokasi. Di sini tidak ada gereja, jadi enggak boleh ada kebaktian,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Muslim Indonesia, Ahmad Imam kepada wartawan. Sebaliknya, Wakapolres Bogor Kota, Kompol Irwansyah mengatakan, pihaknya berusaha optimal mengamankan serta menjaga situasi tetap kondusif. Karena itu, dua kelompok massa tersebut berusaha dipisahkan.

Untuk menghindari keributan, petugas gabungan kemudian mengevakuasi jemaat GKI dari Jalan KH Abdullah bin Nuh ke rumah salah satu anggota GKI di Kompleks Perumahan Taman Yasmin. “Tapi yang mengevakuasi Satpol, kami hanya mem-back up,” ujar Irwansyah.

Polemik yang menjurus SARA ini pun memancing perhatian sejumlah tokoh nasional dan organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Indonesia. Dalam kebaktian di rumah salah satu jemaat, terlihat dua orang keluarga mantan Presiden Abdurrahman Wahid, yakni adik kandung Gusdur yang juga anggota DPR RI Lily Wahid, dan putri Gusdur, Innayah Wahid. Selain mereka, ada pula Pengurus Pusat Ansor Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Kota Bogor Ansor Nahdlatul Ulama dan Fatayat Nahdlatul Ulama.

Hadir menemani perayaan Natal jemaat Yasmin, perwakilan Asian Moslem Action Network (AMAN), musisi Glenn Fredly, seniman Muna Panggabean serta Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom. “Terima kasih kepada mereka yang sudah menemani sepanjang hari ini dalam ibadah Natal kami. Walau kami terusir dari gereja kami yang sah,” kataJubir GKI Yasmin, Bona Sigalingging.

Di sela-sela kunjungannya, Lily Wahid mengaku prihatin dan meminta adanya tindakan tegas untuk pejabat publik yang melarang ibadah di GKI Yasmin. “Ini penting demi mempertahankan keutuhan negara sebagai satu bangsa yang bersatu,” sesalnya. Sebelumnya, pemerintahan Kota Bogor memang tak mengizinkan jemaat GKI Taman Yasmin, Bogor, untuk beribadah Natal di bangunan gereja Yasmin. Hal ini diketahui melalui surat resmi Kepala Kesbangpol Pemkot Bogor, Hendi Iskandar kepada Majelis Jemaat GKI tertanggal 23 Desember 2011.

Surat bernomor 452.1/946- Kesbangpol Pemkot Bogor itu intinya menyatakan, Pemkot Bogor memindahkan ibadah Natal GKI Yasmin dari gedung gereja ke ruang Crysant, Gedung Harmony, Yasmin Center Jalan Abdullah bin Nuh, yang hanya terletak sekitar 300 meter dari GKI Yasmin. Tapi, jemaat juga tidak mau menerima keputusan ini.

Membatik Jadi Pelajaran Tambahan

TASIK-Untuk menanamkan kecintaan para pelajar terhadap budaya khas Indonesia, terutama batik, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tasikmalaya akan menjadikan kegiatan membatik sebagai mata pelajaran tambahan di sekolah.

Hal ini diungkapkan Ketua Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya, Hj Lina Ruzhan usai membuka grand final pemilihan Putri Batik Sukapura 2011, di Plaza Asia akhir pekan kemarin.

“Akhir dari pemilihan putri batik ini, tidak hanya mencari juara, tapi kita juga akan memberikan pelatihan membatik bagi seluruh peserta. Ke depannya membatik harus jadi pelajaran tambahan di sekolah. Kita juga akan memberikan bantuan peralatan untuk anak-anak belajar membatik,” tutur Hj Lina.

Rencana ini, menurutnya, sudah dikomunikasikan dengan pihak Disdik Kabupaten Tasikmalaya. Yang selanjutnya akan ditindaklanjuti untuk disosialisasikan ke sekolahsekolah.

“Kita berharap dengan adanya pelajaran membatik, anak-anak sekolah bisa lebih cinta batik. Ke depannya tidak menutup kemungkinan muncul para pembatik muda,” ungkapnya.

Adanya rencana membatik masuk dalam pelajaran tambahan di sekolah, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat Hj Netti Prasetyni Hermawan, mengaku sangat mendukung. Ia menuturkan, sudah seharusnya batik Tasikmalaya bisa berkembang dengan baik.

Pasalnya, bila melihat sejarah, batik sudah ada sejak zaman Majapahit. Saat itu, banyak pebatik dari Majapahit yang keluar daerah karena terjadi peperangan. Mereka lari ke wilayah Tasikmalaya dan Ciamis.

TK-SD Wajib Bahasa Sunda

BANDUNG-Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda mendukung bahasa Sunda dijadikan pengantar wajib untuk kegiatan belajar mengajar di tingkat TK hingga SD, bahkan dalam kegiatan sehari-hari.

“Saya kira memasukkan bahasa Sunda sebagai pengantar wajib dalam kegiatan belajar mengajar di tingkat TK hingga SD itu bagus, karena salah satu upaya melestarikan budaya lokal,” kata Ayi kepada wartawan, kemarin.

Menurut Ayi, kini bahasa Sunda sudah mulai jarang digunakan warga Jawa Barat sekalipun. Itu dikarenakan adanya pembangunan ilmu teknologi dan modernisasi.

“Sekarang zamannya pembangunan ilmu teknologi dan modernisasi, karena itu bahasa Sunda mulai terkikis. Misalnya saja bahasa Sunda “tepas imah”, karena modernisasi bahasa itu terkikis yang disebabkan pembangunan apartemen juga rumah susun,” katanya.

“Kemudian misalnya, bergantungnya warga pada kompor gas yang asalnya pada “hawu” maka kalimat siduru dan bubuy hilang,” lanjutnya.

Karena itu, menurut dia, bahasa Sunda diharapkan menjadi pengantar di berbagai kegiatan, bukan hanya di bidang pendidikan.

“Untuk sekolah, tentu harus ada sosialisasi terlebih dulu melalui Dinas Pendidikan, dan saya kira selain mengembangkan bahasa Sunda melalui pendidikan juga membuat museum budaya Sunda,” jelas Ayi.

Menurut dia, dimasukkannya bahasa Sunda ke dalam KBM atau kegiatan sehari-hari tidak akan menimbulkan permasalahan.

“Saya pikir tidak, karena memang sewajarnya bila orang datang ke suatu daerah maka ia harus belajar budaya juga bahasa di daerah tersebut, dan kita kan ada peribahasa ‘di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’, jadi tidak akan ada masalah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya (pemkot) tengah menyiapkan lahan enam hektare untuk pembangunan pusat budaya dan argowisata di Ujungberung.

“Bila itu sudah terwujud, akan ada kampung Sunda yang bukan hanya mengembangkan budaya, tapi juga meningkatkan perekonomian melalui wisata budayanya,” ujar Ayi.

Ratusan Penegak Pramuka Ikuti Raimuna


RAIMUNA: Walikota Bogor, Diani Budiarto menyaksikan kegiatan pramuka di selasela pembukaan Raimuna, kemarin.
BOGOR-Ratusan Penegak Pramuka Kota Bogor mengikuti Raimuna IV Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor 2011 di SMA Negeri 7, kemarin. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda kepada dua perwakilan peserta, didampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Ade Syarif.

Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka (DKC) Kota Bogor, Teguh Setiawan mengatakan, Raimuna dilaksanakan setiap lima tahun sekali guna membina dan mengembangkan sikap takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Raimuna ini juga akan menjadi sarana mengembangkan persatuan dan persaudaraan antarpramuka penegak dan pandega Kota Bogor,” tukasnya.

Raimuna yang akan berlangsung hingga 29 Desember mendatang ini diikuti 222 orang yang terbagi atas 14 tangga putra dan 17 tangga putri. Walikota Bogor, Diani Budiarto yang juga menjabat Kamabicab Gerakan Pramuka Kota Bogor, mengapresiasi Kwarcab Gerakan Pramuka yang telah melaksanakan Raimuna IV di sela-sela hari libur dan kegiatan lainnya.

“Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu arahan yang memberikan bekal dan bisa mempersiapkan kader-kader penerus di masa depan, serta bisa mempersiapkan pemimpin yang disiplin,” tegasnya.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu berharap, kader-kader pramuka terus aktif mengikuti berbagai aktivitas mengisi hari libur agar mampu mengangkat sinyal-sinyal masa depan.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat mengaku senang atas dukungan pemkot terhadap pramuka. “Salah satu buktinya adalah lahan seluas 3.000 meter persegi yang sudah dihibahkan pemkot untuk Bumi Perkemahan Pramuka Kota Bogor,” kata Asda I ini.