Tampilkan postingan dengan label HuKrim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HuKrim. Tampilkan semua postingan

Seragamisasi Sopir Angkot Terancam Gagal

TERGANJAL ANGGARAN: Program penyeragaman sopir angkot di Kabupaten Bogor untuk kenyamanan penumpang terganjal anggaran. Sampai saat ini, DLLAJ belum mendapat investor.
CIBINONG–Dinas Lalulintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) kesulitan mencari investor dalam program seragamisasi sopir angkutan kota (angkot). Karena itu, langkah DLLAJ dalam menertibkan sopir demi keamanan dan kenyamanan penumpang masih terhambat.

“Kita masih mencari investor yang mau diajak kerjasama. Tak bisa dipastikan kapan penyeragaman ini bisa dilakukan,” ujar Kepala Dinas DLLAJ, Soebiantoro kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, akibat permasalahan dana tersebut, program yang telah digeber DLLAJ di berbagai daerah ini belum bisa dilaksanakan oleh Kabupaten Bogor. Ia berharap pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Bogor bersama investor dapat menyediakan seragam dan kartu pengenal bagi para sopir.

Terlebih, program ini dinilai berbagai pihak sudah sangat mendesak, akibat meningkatnya tindak kriminal di dalam angkot. “Sementara, untuk pengadaan seragam kan tidak mungkin pakai dana APBD,” ucapnya.

Di samping itu, lanjutnya, DLLAJ bersama petugas gabungan dari Polres Bogor rutin menggelar razia angkot yang menggunakan kaca film terlampau gelap. Target razia adalah angkot yang menggunakan kaca film di atas ketentuan sekitar 30 persen. Hal itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No 44/1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi, serta Keputusan Menteri Perhubungan No 439/U/U/76.

“Sanksi yang diberikan yakni kaca film angkot langsung dicopot oleh petugas,” tegasnya.

Langkah ini terus digelar DLLAJ guna meminimalisir tindak kejahatan di dalam angkot. Juga, sebagai jawaban akan kekhawatiran masyarakat, khususnya kaum hawa yang kerap menjadi korban.

Seperti pada tragedi pemerkosaan dan perampokan terhadap seorang penum pang angkot (RS), di kawasan Jalan Pondokrajeg. Tindakan bia dab itu dilakukan tersangka yang berpura-pura sebagai penum pang, ketika angkot menuju Cibinong melalui Jalan Pon dokrajeg.

Polisi Dituding Langgar HAM


diserang aparat karena melakukan aksi demonstrasi yang dianggap mengganggu ketertiban umum.
JAKARTA–Komnas HAM menilai, tindakan anarkis aparat kepolisian saat membubarkan aksi unjuk rasa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Ini terlihat benar melanggar HAM. Kita sudah mengingatkan aparat kepolisian bahwa cara-cara represif ini bertentangan dengan hak asasi manusia,” ujar Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh, kemarin.

Jauh sebelum tindakan represif aparat kepolisian terjadi terhadap massa pengunjuk rasa yang menolak izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara, Komnas HAM sudah turun menjadi penengah. Saat itu, Komnas HAM memperingatkan Bupati Bima, Ferry Zulkarnaen dan Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachyunandi pada April 2011 untuk tidak melakukan tindakan represif.

Hasil investigasi Komnas HAM pada April itu menelurkan rekomen­dasi kepada bupati Bima dan Kapolda NTB pada 9 November 2011. “Untuk Bupati Bima, direkomendasikan memperbaiki sistem informasi dan sosialisasi kegiatan pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara,” tambah Ridha.

Selain itu, rekomendasi kepada Bupati Bima adalah dengan menghentikan sementara pertambangan, sambil menunggu kondisi kehidupan bermasyarakat stabil. “Sedang rekomendasi kepada Kapolda adalah diminta menempuh langkah koordinatif dan komunikatif dengan seluruh unsur masyarakat guna mencegah konflik,” terang Ridha.

Menurut Ridha, konflik massa dan aparat keamanan di wilayah pertambangan kerap terjadi, salah satunya di Bima, NTB. Karena itu, pengamanan aparat di wilayah tambang perlu menjadi perhatian pe­merintah. “Makanya kita memin­ta presiden mengevaluasi penanga­nan pengamanan di wilayah konflik sumber daya alam,” imbuh Ridha.

Ridha melanjutkan, Komnas HAM merekomendasikan agar Pre­siden Susilo Bambang Yudho­yono membentuk sebuah tim atau panitia penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam. Sejauh ini tidak diperhatikan, maka konflik akan terus timbul.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Hukum DPR, Nasir Djamil tidak habis pikir dengan tindakan polisi yang kembali melakukan aksi represif kepada warga.

Polisi, kata Nasir seakan tidak pernah merasa jera. “Ya Komisi III DPR prihatin terulang lagi kasus kekerasan yang dilakukan aparat polri terhadap masyarakat. Saya heran kok polisi tidak pernah belajar dari pengalaman buruk yang selama ini mereka lakukan terhadap warga,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, tindakan yang dilakukan aparat kepolisian sangat merugikan mereka. “Ini sangat merugikan Polri dan keinginan agar Polri di bawah kementerian akan semakin menguat,” jelasnya.

Komisi III DPR sendiri lanjut Nasir sedang merencanakan akan turun langsung ke Bima, NTB guna mendengar dan melihat langsung para korban di Bima. “Senin rencananya,” imbuhnya.

Tragedi Kemanusiaan Jadi Tema Khotbah Natal

JAKARTA–Sejumlah tragedi ke­manusiaan yang terjadi beberapa waktu terakhir menjadi salah satu materi khotbah misa malam Natal. Umat diminta mengambil peran dalam mengatasi masalah-masalah kema­nu­siaan tersebut.

Di Gereja Katedral, Jakarta, Romo Brotokartono SJ mencontohkan teng­gelamnya kapal pencari suaka di perairan Banyuwangi, sengketa pere­butan lahan di Mesuji, dan sejumlah penembakan di Papua.

“Inti dari semua tragedi tersebut adalah perjuangan manusia untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Apa yang bisa kita lakukan untuk mem­bantu?” tutur Romo Broto.

Di Gereja St Ignatius Loyola di Jalan Latuharhari, kebaktian natal mengangkat tema sentral ekaristi sebagai sumber berkat dalam keluarga.

Di Gereja Imannuel, kesiapan iman keluarga dalam pelayanan gereja dan keterlibatan umat di tengah masyarakat. Pendeta Rohadi yang memimpin kebaktian meminta umat memperkuat nilai-nilai Kristiani dalam keluarga.

“Umat Kristiani agar kembali membuka mata, dan tidak terjebak dalam kepentingan dunia, termasuk berbagai materi yang bisa menggoda keimanan,” tuturnya.

Sementara itu, arus penumpang di Bandara Internasional Soekarno–Hatta melonjak 20 persen dibandingkan malam natal tahun lalu. Hingga Sabtu petang, sebanyak 133 penerbangan ke luar kota mengangkut 170 ribu penumpang dan 117 penerbangan tujuan Jakarta.

Terdapat sejumlah penerbangan tambahan dengan mengangkut 25 ribu penumpang. “Mayoritas melakukan perjalanan ke Denpasar, Medan, Surabaya, Makassar, dan Manado,” tutur petugas Posko Natal Bandara Soekarno-Hatta, Angga Pranata.

Penambahan jumlah penumpang membuat harga tiket ikut melonjak. Maskapai menerapkan tarit peak seasons yang rata-rata tiga-empat kali lebih mahal dibanding harga normal. Meski demikian, tiket sudah terjual habis untuk tujuan Denpasar sejak Jumat petang.

Lonjakan jumlah penumpang juga dimanfaatkan calo tiket untuk beroperasi. Polres Bandara kemarin menjaring puluhan calo tiket yang beroperasi di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta. Namun, mereka tidak ditahan dan hanya diberikan peringatan keras karena menjual tiket dengan harga tinggi.

Ragu, Gerbong Bebas Pedagang


AKAN DILARANG: Seorang pedagang asongan berjualan di dalam gerbong KRL Bogor-Jakarta. Mulai Januari 2012, pedagang dilarang berjualan di dalam gerbong.
BOGOR–Rencana pembersihan gerbong kereta rombongan listrik (KRL) dari keberadaan pedagang asongan dan pengemis yang akan dilakukan di Stasiun Bogor Januari tahun depan, diharapkan dapat diterapkan dengan tegas. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum jika kebijakan yang dikeluarkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) seringkali tidak berjalan baik.

Misalkan pemisahan gerbong khusus wanita dengan penumpang pria, hanya berlangsung sementara tanpa ada evaluasi dari pihak stasiun. Hal senada juga terjadi pada cat semprot bagi penumpang yang berada di atas gerbong tidak mampu menekan jumlah pelanggar.

Sekretaris Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Saheran berharap, upaya PT KAI dengan memberlakukan larangan aktivitas jual beli di dalam gerbong, dapat meningkatkan jumlah pengguna jasa KRL. “Kebanyakan penumpang mengeluhkan kenyamanan mereka di dalam KRL. Mereka terganggu karena banyaknya pedagang dan pengemis di sana,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Makmur mengatakan, untuk meminimalisir pedagang asongan yang sembunyi-sembunyi masuk gerbong dan berjualan, maka petugas keamanan dalam gerbong perlu ditambah. “Kalau di dalam KRL ada petugas, setidaknya bisa mengurangi penumpang yang tidak membeli tiket,” imbuhnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, ada hal positif dari sterilisasi gerbong KRL ini. “Kereta lebih bersih dan nyaman. Selain itu, penumpang tak perlu khawatir barang berharganya raib akibat padatnya jumlah penumpang di dalam gerbong,” tandasnya.

Sementara itu, anggota Komunitas Penggemar Kereta, Uma Citra menyangsikan penerapan larangan pedagang asongan dan pengemis di dalam gerbong. Pasalnya, sebagian dari mereka membayar sejumlah uang kepada oknum petugas agar dibiarkan masuk ke dalam. “Saya pernah lihat ada salah satu oknum memungut semacam pungutan liar (pungli) kepada pedagang,” tukasnya.

Gerbang Sekolah Liburan Sambil Belajar


BERLIBUR: Beberapa remaja memilih mengisi liburan dengan jalan-jalan ke Jakarta. Selain murah, berwisata di Jakarta lebih mudah dijangkau dari Bogor.
Halo sobat GS, gimana kabarnya. Oh ya, satu minggu penuh ini kita sedang liburan sekolah. Saat liburan ini, biasanya dimanfaatkan untuk jalan-jalan ke tempat-tempat wisata.


Kalian bisa memanfaatkan masa liburan ini dengan memilih tempat-tempat wisata yang memiliki nilai pendidikan. Untuk mengunjungi tempat wisata ini, tidak usah jauh-jauh.

Sebab, di Kota dan Kabupaten Bogor, banyak tempat wisaya yang mendidik. Untuk melepas kepenatan dari kehidupan perkotaan, kalian bisa berkunjung ke Desa Cinangneng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Desa Cinangneng merupakan salah satu desa di Kabupaten Bogor yang masih menyimpan dan memelihara adat dan tradisi di tengah maraknya era globalisasi. Di sini Anda bisa menemukan kesenian khas Indonesia seperti wayang kulit, tarian adat Sunda, hidangan khas, bahkan upacara dan ritual bertani dan berkebun.

Seperti yang sering dilakukan Dehardin, saat mengisi liburan sekolah. Siswa salah satu SMK di Kota Bogor, ini mengaku sering mengunjungi tempat-tempat wisata yang unik dan mendidik.

“Di sini, kita bisa mengikuti Tour Poelang Kampung dengan serangkaian kegiatan seperti membungkus nasi timbel, membuat wayang dari daun singkong dan belajar tari jaipong,” ujarnya.

“Kita juga bisa belajar gamelan hingga membuat kue bugis dan kue putu. Yang tak kalah unik adalah jalan-jalan berkeliling kampung sambil belajar menjadi warga desa,” tambahnya.

Perjalanan berdurasi satu jam dengan berjalan kaki itu, kata dia, akan diperkenalkan dengan aneka jenis tanaman, diajak melihat persawahan, dan menuju ke pabrik tahu untuk melihat pembuatan tahu kuning.

Di Kabupaten Bogor, kata Dede -panggilan akrabnya-, banyak tempat wisata alam yang mengesankan. Selain di Desa Cinangneng, ada juga wisata alam di Pasirmukti, Kecamatan Citeureup.

“Atau bisa juga ke Taman Wisata Mekar­sari, Kecamatan Cileungsi. Di sana, saya juga pernah melakukaan wisata. Di sana banyak tanaman yang bisa kita pelajari untuk menambah wawasan,” tandasnya.

DBR Gelar Year End Party

BOGOR–Mengisi momen pergantian tahun tentu tak lengkap jika dilalui tanpa keluarga. Apalagi momen itu tinggal menghitung hari. Agar pergantian tahun lebih berkesan, ada tempat bagus yang bisa menjadi pilihan. Perumahan Danau Bogor Raya (DBR) mengadakan even Bogor Raya Year End Party di Sentani Cafe Klub Golf Bogor Raya. General Manager GBR, Edy Purwanto mengatakan, pengunjung akan menemukan suasana outdoor party yang berbeda. Dimeriahkan dengan pesta kembang api, live music, games dan acara seru lainnya.

Tak hanya itu, menu makana yang disajikan pun oke. Mau makan berat atau ringan semua tersedia hasil olahan chef Bogor Raya yang sudah mendunia. Tak ketinggalan pula barbeque menu seperti kambing guling, sapi dan kalkun panggang. “Serasa thanks giving day pokoknya. Selain itu, Anda akan dapat kesempatan mendapatkan lucky draw dengan hadiah seperti DVD player, sepeda mini dan hadiah utama voucher menginap di Novotel Bogor,” katanya.

Manajer Pemasaran GBR, Arief Rahman menuturkan, untuk mendapatkan fasilitas itu, cukup membayar Rp100.000 per orang. Yakni, untuk cover charge (free wellcome drink+snack+noise maker). Sedangkan jika ingin ikut menikmati hidangan makan malam dan barbeque menu hanya dengan Rp125.000 per orang. “Booking sekarang sebelum kehabisan tempat,” terangnya.