Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

800 Siswa Ikuti Porsadin

CIBINONG-Sebanyak 800 siswa dari 40 kecamatan akan beradu kemampuan dalam Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) 2011 Tingkat Kabupaten Bogor. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bogor itu dilaksanakan di Yayasan Al Madinah, Senin (26/12).

Ke-800 santri tersebut akan bertanding memperebutkan yang terbaik dalam berbagai cabang yang diperlombakan, seperti Atletik, Futsal, Tahfiz dan Kaligrafi.

Kepala Kemenag Kabupaten Bogor, Suhendra menyambut baik Porsadin. Pasalnya kegiatan itu memberikan harapan bahwa di samping fokus pada aspek spiritual dan peningkatan pengetahuan umum para pengelola madrasah diniyah juga memberikan ruang bagi ekspresi berkesenian dan berolahraga.

“Jelas ini bisa memberikan sumbangsih bagi kesenian dan dunia olahraga di Kabupaten Bogor, sehingga nantinya banyak pilihan atlet yang lahir baik dari lembaga pendidikan umum maupun dari madrasah,” kata Suhendra.

Porsadin juga, lanjut Suhendra, bertujuan luhur. Yaitu membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, kreatif dan manusiawi. “Aspek-aspek tersebut sangat kita harapkan tercipta di anakanak Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh dia mengharapkan program tersebut bukanlah program sesaat namun harus bisa dilaksanakan secara terus menerus sehingga pembinaan memiliki arah yang jelas dan nyata apalagi dibarengi secara berjenjang. “Biar hasilnya nyata dan bisa diberdayakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Iwan Alamsyah menjelaskan, Porsadin ini akan menjadi tolok ukur pelaksanaan tingkat Jawa Barat yang akan diselenggarakan di Kabupaten Bogor pada 2012. “Pada 2012, kita akan menjadi tuan rumah Porsadin tingkat Provinsi Jabar,” ucapnya.

PNS Cuti Bersama, Pelayanan Publik Terhambat

CIBINONG--- Cuti bersama para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bogor, kemarin, cukup berimbas terhadap pelayanan masyarakat. Akibatnya, banyak yang kecewa karena tak bisa mendapatkan pelayanan.

Misalnya saja Sapri (32), warga Kelurahan Karadenan. Dia tak tahu jika kantor kelurahan tutup dan tidak membuka layanan. Padahal, ia sudah jauh-jauh datang dari rumahnya untuk mengurus berkas pembuatan akta kelahiran anaknya. “Aduh, mana dispensasi akta tinggal empat hari lagi. Ditambah nanti ada libur jelang akhir tahun. Saya kira hari ini kelurahan buka,” tuturnya.

Pantauan Radar Bogor, kelurahan di Kecamatan Cibinong tak ada satu pun yang buka. Namun, suasana berbeda terjadi di Puskesmas Cibinong di Jalan Raya Bogor KM 51, Desa Nanggewermekar, Kecamatan Cibinong. Pelayanan kesehatan berjalan seperti biasanya. Warga berdatangan sejak pagi untuk mengakses fasilitas kesehatan. Begitu pun dengan petugas kesehatan yang ada di sana.

Ternyata, Puskesmas Cibinong adalah satu dari 18 puskesmas yang dijadikan sebagai puskesmas dengan tempat perawatan (DPT). Yakni, puskesmas yang membuka layanan rawat inap dan buka 24 jam setiap hari. Sedangkan puskesmas bukan DPT tutup dan tidak membuka layanan akibat adanya cuti bersama.

“Untuk puskesmas DPT tetap buka hari ini (kemarin, red). Sedangkan yang bukan DPT tidak buka,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes), drg Hesti Iswandari.

Recycle, Reuse, Reduce Rumah GoGreen Tengah Kota


ALAMI: Pemanfaatan lesung yang diletakkan di atas kolam ikan dengan jembatan di sebelahnya, membuat ruangan benar-benar menyatu dengan alam.
MENENGOK sisi luar rumah Wawan Dalbo, orang mungkin mengira akan disuguhi sederet interior minimalis di dalamnya. Dari luar, rumah di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, itu berbentuk persegi dengan barisan bambu menutup jendela kaca yang terletak di atas garasi.

Meski demikian, sang pemilik menolak rumahnya disebut minimalis. ”Kalau disebut rumah modern memang benar, tapi bukan minimalis,” ucap Wawan. ”Banyak sekali ornamen dan aksesori di dalamnya. Tidak seperti rumah minimalis yang sangat berkesan clean dan cenderung dingin,” lanjutnya.

Lelaki yang berprofesi sebagai arsitek itu menambahkan, konsep rumah tinggalnya tersebut adalah rumah tropis yang dibangun untuk mengakomodasi semua kebutuhan di atas lahan yang tidak terlalu luas. Rumah dua lantai itu memiliki luas tanah 204 meter persegi dengan luas bangunan seluruhnya 150 meter persegi. Rumah tersebut dibangun tiga tahun lalu dari tanah kosong.

Begitu masuk ke dalam rumah, kesan hangat dan alami langsung terasa karena banyaknya pemanfaatan kayu. Salah satu yang paling menonjol adalah penggunaan parket kayu sebagai alas di seluruh ruangan. Kayu yang digunakan adalah kayu Kalimantan dan kayu meranti, bukan kayu mahal, seperti jati, karena konsepnya adalah rumah murah.

Lantai kayu itu berkolaborasi secara harmonis dengan batu andesit yang terdapat di berbagai titik. Misalnya, yang diaplikasikan pada dinding ruang keluarga. Sementara itu, dinding rumah bagian depan hanya tembok yang diplester tanpa sentuhan cat sama sekali. Menurut dia, ketika tembok tersebut ditumbuhi lumut, kesan alami akan kian kental.

Wawan tak sungkan untuk memanfaatkan limbah yang diaplikasikan pada rumahnya. Misalnya, bambu-bambu bekas dan besi bekas rel.
Juga lesung bekas yang diletakkan di dekat kolam ikan. ’’Ini adalah rumah go green. Karena itu, saya ingin mengusung asas recycle, reduce, dan reuse,’’ terangnya.

Demi memperkuat kesan rumah yang dekat dengan alam, berbagai tumbuhan juga ditanam di dalam areal rumah tersebut. Di antaranya, pohon pule di halaman depan yang sejak awal dibeli sudah tumbuh 5 meter. Dia juga membuat vertical garden berukuran 2x1 meter persegi yang berisi aneka tumbuhan pakis.
Di area kolam ikan juga terdapat berbagai tumbuhan rambat.
Kolam ikan koi dibuat di dalam rumah untuk mendapatkan kesan adem karena ada air di dalam rumah. Wawan menyatakan, adanya air di dalam ruangan juga membuat suhu udara lebih sejuk.

Wawan sangat memperhatikan sirkulasi udara di seluruh ruangan rumah yang ditinggalinya bersama istri dan satu anaknya tersebut dengan menerapkan bentuk jendela yang besar dan bisa dibuka sepenuhnya. Jendela itu juga memanjang dari dasar lantai sampai menyentuh plafon setinggi 3,5 meter.

Selain memperlancar sirkulasi udara, jendela-jendela besar tersebut me­mung­kinkan sinar matahari langsung masuk ke dalam rumah. Hal itu dilakukan karena memperhatikan faktor kesehatan.
Bukan cuma itu, komposisi tersebut juga membuat peng­gunaan listrik lebih irit.(