Tampilkan postingan dengan label metropolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metropolis. Tampilkan semua postingan

Pemanggilan SKPD Bermasalah Ditunda Lagi Dewan Pilih Bertemu Walikota

BOGOR-Predikat kota terkorup yang disandang Kota Bogor masih menjadi perbicangan hangat. Banyak pihak yang menyayangkan dua SKPD yang melayani pembuatan IMB, SIUP dan KTP, ternyata memiliki nilai rendah saat disurvei menggunakan metode integritas.

Kendati demikian, kalangan legislatif belum serius menyikapi hal tersebut.

Alasannya, rencana pemanggilan kedua SKPD itu hingga kini belum dilakukan. Hal itu pun mendapat kritikan dari mahasiswa. Mereka menilai jika dewan hanya omong kosong.

“Bukankah fungsi dewan adalah kontroling.

Kenapa dalam hal ini pengawas tidak dijalankan? Rencana pemanggilan SKPD bermasalah hingga saat ini belum dilaksanakan, apalagi kalau bukan omdo namanya,” ketus Presiden Mahasiswa UIKA, Ahmad Hidayatullah.

Ia mengatakan, sikap para wakil rakyat teresbut patut dipertanyakan. Terutama, alasan pemanggilan SKPD terkait yang tak kunjung dilakukan.

Ketua Komisi A, Maman Herman, membenarkan bahwa pemanggilan yang seharusnya dilakukan pada Jumat, 16 Desember, lalu batal dilakukan.

“Karena walikota ada panggilan ke Komisi II DPR RI, pertemuan tersebut ditunda,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Mufti Faoqi menegaskan jika pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait hasil survei KPK mengenai tiga pelayanan publik tersebut.

“Kami sudah melakukan rapat dengan walikota. Soal tindakan kepada SKPD terkait, akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kota,” tuturnya.

Sinterklas Sambangi BTM

SAMBANGI MAL: Seorang karyawan dengan mengenakan pakaian sinterklas mendatangi pengunjung BTM.
BOGOR-Perayaan Natal ternyata tak hanya dilakukan di gereja maupun di dalam rumah. Tapi bisa dirayakan dengan berbagai cara, salah satunya menghadirkan sinterklas ke dalam mal.

Seperti yang terlihat di Bogor Trade Mall (BTM), Sabtu lalu. Parade sinterklas tersebut mampu menghibur ribuan pengunjung. Mengenakan pakaian berwarna merah serta janggut putih panjangnya, tokoh cerita yang satu ini mendatangi satu per satu pengunjung di tiap lantai.

Tidak sendiri, tokoh sinterklas ala BTM itu ditemani pengawalnya. Siapa lagi kalau bukan Zwarte Piet atau Piet Hitam. Sesuai namanya, Piet Hitam menggunakan pakaian serbahitam. Lengkap dengan make up berwarna hitam yang juga menutupi hampir semua bagian wajah.

Salah seorang pengunjung, Rafael tampak antusias melihat keberadaan sinterklas. Bocah yang masih duduk di bangku SD ini malah meminta untuk berfoto bersama.

“Rafael memang mengidolakan tokoh yang satu ini. Karena itu,tiap ada drama yang menghadirkan sinterklas, anak saya ini pasti antusias,” ungkap Renata, ibunda Rafael.

Di samping kehadiran sinterklas,penyambutan Natal di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bogor juga terlihat sejak dua pekan lalu. Sebut saja dekorasi khas Natal serta aneka hiburan dengan mengambil tema Natal dan tahun baru.

NoTC Yakin Perda KTR tak Direvisi

BOGOR-Penerapan Perda nomor 12 tahun 2009, tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), masih menjadi polemik di kalangan masyarakat. Bahkan, Asisten Tata Praja, Edgar Suratman sebelumnya menyatakan, Perda KTR bisa dilakukan revisi, mengingat perda tersebut masih terbilang lunak.

Namun, LSM No Tobacco Communitu (NoTC) tetap yakin jika perda tersebut tidak akan direvisi.”Peluang bisa saja terjadi,tetapi kalau melihat keadaan sekarang, Perda KTR sendiri sudah bagus dan tidak ada celah untuk dilakukan revisi,” ujar Ketua NoTC, Acep Suhaemi di hadapan wartawan saat Ultah NoTC di Cikaret, belum lama ini.

Dijelaskannya, Perda KTR bukanlah larangan bagi masyarakat untuk merokok. Tetapi cuma menertibkan saja dimana tempat-tempat yang diperbolehkan untuk merokok. “Seperti buang sampah saja harus ditertibkan agar tidak buang sampah sembarangan,” ucapnya.

Kedepannya, kata dia, Bogor akan ditetapkan sebagai forum kota sehat. “Gimana bisa masuk dalam kategori sehat jika di kota itu masih banyak yang merokok,” tukasnya.

Gratis Setahun untuk Ranking 1-3 the Jungle Tembus 6 Juta Pengunjung

ULTAH THE JUNGLE: Performa Radja mampu memukau pengunjung wahana air The Jungle, kemarin. Sementara manajemen The Jungle meniup lilin dalam peringatan HUT ke-4 The Jungle, Sabtu (24/12)
BOGOR–Taman wisata air di Kota Bogor The Jungle memberikan program kunjungan gratis bagi siswa se-Kota dan Kabupaten Bogor. Siswa dengan peringkat 1-3 di sekolahnya berhak mendapatkan tiket gratis setahun untuk merasakan petualangan seru di lokasi wisata di Kecamatan Bogor Selatan itu.

General Manager The Jungle, Vidy Vannesa mengatakan, program ini merupakan komitmen The Jungle sebagai wahana bermain yang menarik dan mendidik. Selain itu, The Jungle juga akan meningkatkan sarana edukasi kepada pengunjung. Misalnya, dengan membangun ruang baca seperti perpustakaan yang di dalamnya terdapat pemandu game edukasi.

Tak cuma di bidang pendidikan, The Jungle juga menjunjung tinggi nilai-nilai sosial, dengan memberikan program gratis bagi seribu fakir miskin se-Bogor. Program ini rencananya berlangsung pada 2012.

“Berbagai program anyar ini digulirkan sebagai upaya The Jungle untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor, terutama bagi mereka yang kurang mampu,” kata Vidy.

Memeriahkan hari jadinya yang keempat, The Jungle mengundang banyak artis papan atas ibukota untuk menghibur pengunjung. Maklum, manajemen sedang giatgiatnya mengejar target 6 juta pengunjung.

”Tiap tahun lebih dari dua juta orang berkunjung ke The Jungle. Untuk 2011 saja, hingga kini sudah mencapai dua juta pengunjung. Diharapkan sampai akhir tahun mendekati tiga juta pengunjung, sebab bertepatan dengan musim liburan,” jelas Vidy.

Nah, untuk mengejar target itu, The Jungle berencana membuka wahana baru seperti penangkaran rusa dan camping ground. Berdasarkan data, imbuhnya, peningkatan kunjungan sehari bisa mencapai seratus persen, dari 5 ribu pengunjung menjadi 10 ribu pengunjung selama jam operasional.

Vidy menjelaskan, guna menghindari desakan pengunjung, manajemen sudah menyiapkan antisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan tenaga tambahan bagi lifeguard, petugas kebersihan, keamanan internal dan kepolisian.

“Kami sudah antisipasi kepadatan yang akan terjadi khususnya untuk liburan ini. Dengan jumlah pengamanan dan tambahan petugas, kami jamin semua bisa terkendali,” tuturnya.

Manajemen juga menyampaikan, dalam empat tahun terakhir, The Jungle sudah banyak mendapatkan penghargaan. Antara lain, apresiasi Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori pembuatan wahana air tercepat selama 168 hari pada Desember 2007. Kemudian Top Brand Award sebagai wahana air kebanggan nasional dan pilihan keluarga diraih salah satu anak perusahaan Bakri Grup ini selama dua tahun berturut-turut.

“Beberapa penghargaan antara lain MURI dan Top Brand Award selama dua tahun yaitu 2010-2011 menjadi kebanggaan bagi kami. Selain itu, kami juga sudah terdaftar di Asosiasi Wahana Air Internasional dan berada di peringkat kedelapan,”tukasnya.

Target 2012, The Jungle mengharapkan mampu mempertahankan penghargaan yang sudah ada. Tak hanya itu, konsentrasi terhadap dunia pendidikan juga akan menjadi sorotan untuk tahun depan.

Ki Drajat sang Dalang Wayang Bambu Khas Cijahe (1) Lestarikan Warisan Leluhur, Buat Jalan Cerita Sendiri

BERAKSI: Ki Drajat menunjukkan kebolehannya dalam pentas wayang di salah satu acara beberapa waktu lalu.
Wayang golek sudah lama dikenal sebagai warisan budaya tradisional asal Jawa Barat. Tak heran jika di seantero Tanah Pasundan bermunculan dalang-dalang profesional. Kota Bogor pun tak mau kalah. Hanya dalang satu ini agak berbeda, karena wayang yang digunakan pun tidak sama seperti pada umumnya. Dia adalah Ki Drajat penemu sekaligus pelopor wayang bambu khas Cijahe.

Laporan: MUHAMMAD RURI ARIATULLAH

KESENIAN wayang bambu sebenarnya telah ada sejak zaman dahulu kala, yaitu antara abad ke-17 atau 18. Tujuannya sama seperti penggunaan wayang pada masa itu, sebagai media dakwah dan penyebaran agama Islam. Seiring berjalannya waktu, kesenian tersebut sempat menghilang bahkan nyaris dikatakan punah.

Padahal, kesenian wayang bambu merupakan salah satu harta budaya bangsa yang berharga. Untunglah, pada 2004, Ki Drajat berhasil menghidupkan kembali kesenian tradisional tersebut dengan membuat wayang bambu.

Pria bernama asli Drajat Iskandar ini baru beberapa tahun menjalani profesi sebagai dalang. Meski pada awalnya masyarakat menganggap aneh pertunjukan wayang bambu, namun perlahan kini telah menjadi salah satu ikon khas Kota Bogor.

Pertunjukan wayang bambu hampir mirip wayang golek. Panggungnya menggunakan gedebok pisang dan diiringi musik karawitan Sunda. Namun uniknya, cerita wayang bambu tidak diambil dari kisah Mahabharata atau Ramayana. Drajat sendiri yang membuat jalan ceritanya sesuai dengan kisah kehidupan seharihari.

Saat pertunjukan wayang bambu, Drajat menggunakan bahasa Sunda Bogor dengan tujuan lebih dekat dengan masyarakat. Itulah salah satu cara pria ramah ini dalam melestarikan bahasa peninggalan Prabu Siliwangi.

Drajat mennjelaskan, secara umum, memainkan wayang bambu sama seperti wayang golek. Hanya media yang digunakannya berbeda. “Kalau wayang golek dari kayu yang dipahat. Sedangkan, wayang bambu lebih rumit karena harus menyambung bambu untuk membentuk karakter wayang tertentu,” ujarnya.

“Tokoh wayang bambu sama dengan tokoh wayang golek, termasuk tokoh si Cepot. Namun, cerita yang diangkat wayang bambu tidak sama dengan wayang golek karena saya ciptakan cerita sendiri, dan ingin membuat ikon wayang sendiri,” ungkapnya.

Handbag,Nyaman dan Tetap Gaul

GAUL: Tas tangan model simpel,tetap terlihat gaul meski dipakai dalam kondisi apa pun.
BOGOR–Siapa bilang tas tangan atau handbag hanya berfungsi untuk menyimpan perlengkapan, seperti dompet, ponsel maupun alat kecantikan.

Saat ini, handbag menjadi kebutuhan tren fashion, terutama bagi pemakainya. Tak heran, tas ini memiliki berbagai macam bentuk, warna hingga ukuran yang bisa disesuaikan dengan pemiliknya.

Namun bila salah memilih, tentu bisa mengubah bahkan menghancurkan tampilan busana itu sendiri. Agar hal itu tak terjadi, ada beberapa tip memiliki handbag yang sesuai dengan keinginan.

Seperti yang dituturkan Customer Service Matahari Department Store, Awan Suryawan. Untuk tas-tas besar, bisa digunakan bagi wanita yang hobi belanja.

”Bagi yang hobi berbelanja, tas model mulut terbuka tanpa ritsleting (the shopper bag) sangat pas melengkapi tampilan. Atau, bisa memilih tas besar dengan pegangan pendek (the satchel bag),” ungkapnya.

Tapi, sambung dia, bagi penyuka tas bergaya sedikit kasual, model selempang (the messenger bag) bisa menjadi pilihan. Tas model ini cukup besar dengan desain tali panjang yang diselempangkan dari bahu sampai pinggang.

Untuk pencinta tas kecil, dapat memilih beberapa gaya tas kecil yang sudah menjadi tren. Apalagi kalau bukan clutch, tas kecil menyerupai dompet dan tidak bertali.

Umumnya, tas model ini digunakan untuk acara formal, seperti pernikahan, ataupun pesta perayaan lainnya. Pilihan lainnya bisa pada barrel bag, tas berbentuk bulat menyerupai tabung, dengan tali sedang-panjang.

”Nah, selain faktor model, ukuran, dan kepraktisan dalam membeli tas, jangan lupa perhatikan pula warna tas. Perlu diperhatikan juga dengan jeli, apakah tas yang dibeli mudah dicocokkan dengan berbagai koleksi busana Anda,” jelasnya.

Selain bentuk, kenyamanan tas juga harus diperhatikan, antara lain, panjang tali tas. Misal untuk kebutuhan formal, seperti ke pesta maupun pertemuan, sebaiknya gunakan tas bertali yang tidak terlalu panjang. Untuk bekerja atau aktivitas sehari-hari, gunakan tas bertali seperti tote atau hobo.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah berat tas itu sendiri. Tas yang kelewat besar dan berat, akan menimbulkan gejala otot leher tegang, kepala pusing, bahkan bisa mencederai tulang punggung. Batas maksimal berat tas adalah sepuluh persen dari berat badan pemakainya.

”Sebaiknya jangan terlalu besar maupun terlalu kecil. Carilah tas dengan kantong tambahan di dalamnya yang berfungsi menempatkan tiap barang tetap pada tempatnya,” tukasnya.

Terakhir, bahan tas. Tas bermerek impor seperti kualitas ’SUPER’ memang menjamin kualitasnya, tapi harganya cenderung mahal. Namun jangan khawatir, jika mau mencari tas impor dengan kualitas yang baik pilihlah tas impor seperti kualitas (KW) 1 atau (KW) 2 yang harganya cenderung terjangkau dengan kualitas tetap baik. Sebaiknya pilih bahan yang lembut, kuat, dan tidak kaku dari bahan kulit atau nilon.

Empat Skala Prioritas tak Berjalan Pengamat : Walikota Harus Mengevaluasi

BOGOR–Sejumlah kalangan kembali mempertanyakan empat skala prioritas yang ditetapkan Pemkot Bogor. Akademisi Univesitas Pakuan (Unpak), Bintatar Sinaga menilai, empat skala tersebut belum berjalan dengan baik. Termasuk, fungsi pengawasan dari dewan selaku lembaga legislatif yang cenderung lemah.

Alhasil, pengamat hukum itu menilai, banyak anggaran yang tidak terserap sepenuhnya oleh SKPD. Di bidang transportasi, Bintatar meminta agar pemkot jangan hanya fokus pada kendaraannya, tapi dalam penataan jalan.

Tak heran jika terjadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) sebesar Rp106 miliar. “Ini harus diperhatikan. Jika benar-benar ada permainan antara kontraktor proyek dengan oknum pejabat SKPD bersangkutan, pemkot harus mengusut tuntas,” ujarnya saat menghadiri Dialog Akhir Tahun di Graha Pena Radar Bogor, kemarin.

Selain itu, Dosen Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Unpak itu melihat, lingkungan masih perlu mendapat perhatian serius. Seperti kebersihan di pasar yang perlu ada penataan kembali.

“Banyak sampah berserakan di pasar tradisional. Yang jadi pertanyaan, kenapa tidak bisa seperti mal yang bersih, meski sama-sama menjual kebutuhan pokok namun tak menyisakan satu pun sampah.” jelasnya.

Bintatar juga menyoroti perkara korupsi bahan bakar minyak (BBM) yang menimpa Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor. Apalagi, sopir truk dilibatkan dalam permasalahan yang semestinya dilakukan oleh orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi.

“Saya prihatin karena para sopir yang tak tahu apa-apa dilibatkan dalam perkara dengan jumlah miliaran rupiah itu.,” imbuhnya.

Yang lebih menyedihkan, sambungnya, survei KPK yang menyebutkan jika Kota Bogor berada di urutan sepuluh besar daerah terkorup di Indonesia.

Terlepas dari benar atau tidaknya hasil survei tersebut, yang jelas walikota beserta jajarannya harus mengevaluasi diri agar hal seperti itu tak terulang kembali.

“Semua pihak harus memikirkan langkah yang tepat agar predikat kota terkorup tak disandang Kota Bogor lagi,” pungkasnya.

Sediakan Angkot Eksklusif

BOGOR-Permasalahan angkot masih menjadi pembahasan hangat dalam Dialog Akhir Tahun Radar Bogor, kemarin. Kepala Dinas Lalulintas Angkutan Jalan (DLLAJ) yang menjadi salah satu pembicara pun ikut menyikapi hal tersebut dengan sejumlah program.

Salah satunya dengan pengadaan angkot eksklusif yang rencananya dijalankan 2012 mendatang. Menurut dia, keberadaan angkot tersebut diharapkan akan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan.

“Memang, kita sedang menuju ke sana karena sedang disusun dulu drafnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Suharto menjelaskan, pengoperasian angkot eksklusif sedikitnya akan mereduksi tiga buah angkot menjadi satu unit saja. Selain mampu mengurai kemacetan Kota Bogor, diharapkan dapat menjadi transportasi massal selain bus Transpakuan.

Ia menjamin jika program ini terealisasi, tak akan bersinggungan dengan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang mengoperasikan Transpakuan. Namun, jika berkeinginan mengambil alih, DLLAJ tetap mempersilakan.

“Tergantung PDJT apakah mau membawahi angkot eksklusif ini atau pemkot akan membuat PD baru nanti setelah angkot ini beroperasi,”pungkasnya.

Calon Walikota Harus Punya Nyali

BOGOR - Banyaknya masalah menyangkut kepemimpinan Kota Bogor mendapatkan perhatian banyak kalangan. Isu-isu publik seperti transportasi, infrastruktur, PKL dan kebersihan seakan sulit diselesaikan, meski berbagai kajian pembahasan terus digelar.

Dialog calon walikota Bogor yang diselenggarakan RRI Bogor berusaha mencari solusi bersama masalah-masalah yang sedang dihadapi kota hujan. Ketua DPP PAN Kota Bogor Bima Arya yang hadir dalam dialog kemarin melihat, beberapa masalah tersebut perlu mendapat perhatian lebih Pemkot Bogor, siapa pun pemimpinnya.

“Potret transportasi publik, kebersihan, PKL serta fasilitas umum masih perlu mendapat porsi besar dalam mengelola Kota Bogor. Siapa pun walikotanya, itu harus menjadi fokus utama. Sebab masyarakat sudah terlalu sering mengeluh,” kata Bima.

Menurut Bima, walikota di masa yang akan datang harus punya visi mengembangkan lebih jauh Bogor sebagai Kota Jasa. Sebab, konsep ini dinilai punya kontribusi tinggi terhadap aspek kepariwisataan, dengan parameter tingginya kunjungan wisata di Jawa Barat.

“Figur walikota yang baik menurut saya adalah yang mempunyai nyali, visi dan nurani. Karena keterkaitan antara ketiganya sangat erat,” tambah Arya.

Pengamat kebijakan publik Radjab Tampubolon yang juga menjadi pembicara, berpendapat, calon walikota Bogor harus punya catatan masa lalu (passed record) yang baik. Seorang pemimpin Kota Bogor juga dituntut punya jiwa kepemilikan (leadership), jangkauan atau arah pandang (visioner), kesalehan sosial (social piety) dan profesional (professionality).

“Penggunaan kriteria-kriteria juga harus objektif dan tidak emosional. Karena bagaimanapun juga, tak ada calon walikota yang sempurna. Gunakan bobot-bobot pada masing-masing kriteria.

Sebaiknya lakukan survei atau polling untuk mendapatkan legitimasi masyarakat sehingga perlu sosialisasi secara dini sesuai dengan undang-undang (UU) dan peraturan yang berlaku,” bebernya.

“Bagi seorang pemimpin harus mengenal Bogor seutuhnya dan memberikan kepercayaan dan tidak melupakan seniman dan budayawan, karena bagaimanapun seni dan budaya merupakan aset pendukung dari kota Bogor,” tutur budayawan, Eman Suleman yang juga menjadi pembicara.

Tak Mau Ditilang, Pengendara Tantang Polisi

BOGOR–Menolak ditilang lantaran menerobos lampu merah, seorang pengendara motor, Abdal Hak (40) malah menantang petugas yang hendak memeriksa identitas dan surat kendaraannya. Kejadian adu mulut yang nyaris berakhir adu fisik ini, terjadi di depan pintu satu Istana Bogor, depan Denpom 3 Siliwangi, kemarin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10:30. Saat itu, Abdal melintas dari arah Mancur menuju Balaikota. Saat tengah melintas lampu merah depan Denpom, pria paruh baya itu nekat mengikuti mobil di depannya yakni menerobos lampu merah. Polisi yang berjaga di pos polisi depan Denpom langsung memberhentikan mobil.

“Saya nggak mau tunjukin SIM dan STNK. Tilang dulu mobil di depan saya, baru saya mau. Kalau saya nggak mau, kamu mau apa,” tantang Abdal.

Petugas Brigadir Adriansah yang berlaku sopan, tetap meminta Abdal untuk menunjukkan surat motor dan SIM.

“Jika lengkap, saya persilakan jalan. Jika tidak ada surat, saya tilang,” kata Brigadir Adriansah kepada pengendara motor Honda Beat F 5302 NS, itu.

Kasat Lantas Polres Bogor Kota, AKP Lukman Syarif yang datang ke lokasi setelah ada informasi warga, lalu berdialog dengan Abdal Hak dalam pospol. Abdal ternyata tidak menerima kesalahan tersebut, walau berkali-kali ia mengakui melanggar. SIM Abdal juga ternyata sudah tidak berlaku lagi sejak 2006.

“Melalui dialog yang panjang, ternyata dia mau menunjukkan surat motor dan SIM. Ternyata sudah mati. Saya hanya kasih peringatan saja, agar tidak mengulangi lagi pelanggaran dan bersikap sopan ke anggota jika ditilang,” tandas AKP Lukman.

Empat Skala Prioritas tak Berjalan Pengamat : Walikota Harus Mengevaluasi

BOGOR–Sejumlah kalangan kembali mempertanyakan empat skala prioritas yang ditetapkan Pemkot Bogor. Akademisi Univesitas Pakuan (Unpak), Bintatar Sinaga menilai, empat skala tersebut belum berjalan dengan baik. Termasuk, fungsi pengawasan dari dewan selaku lembaga legislatif yang cenderung lemah.

Alhasil, pengamat hukum itu menilai, banyak anggaran yang tidak terserap sepenuhnya oleh SKPD. Di bidang transportasi, Bintatar meminta agar pemkot jangan hanya fokus pada kendaraannya, tapi dalam penataan jalan.

Tak heran jika terjadi silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) sebesar Rp106 miliar. “Ini harus diperhatikan. Jika benar-benar ada permainan antara kontraktor proyek dengan oknum pejabat SKPD bersangkutan, pemkot harus mengusut tuntas,” ujarnya saat menghadiri Dialog Akhir Tahun di Graha Pena Radar Bogor, kemarin.

Selain itu, Dosen Hukum Pidana pada Fakultas Hukum Unpak itu melihat, lingkungan masih perlu mendapat perhatian serius. Seperti kebersihan di pasar yang perlu ada penataan kembali.

“Banyak sampah berserakan di pasar tradisional. Yang jadi pertanyaan, kenapa tidak bisa seperti mal yang bersih, meski sama-sama menjual kebutuhan pokok namun tak menyisakan satu pun sampah.” jelasnya.

Bintatar juga menyoroti perkara korupsi bahan bakar minyak (BBM) yang menimpa Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor. Apalagi, sopir truk dilibatkan dalam permasalahan yang semestinya dilakukan oleh orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi.

“Saya prihatin karena para sopir yang tak tahu apa-apa dilibatkan dalam perkara dengan jumlah miliaran rupiah itu.,” imbuhnya.

Yang lebih menyedihkan, sambungnya, survei KPK yang menyebutkan jika Kota Bogor berada di urutan sepuluh besar daerah terkorup di Indonesia.

Terlepas dari benar atau tidaknya hasil survei tersebut, yang jelas walikota beserta jajarannya harus mengevaluasi diri agar hal seperti itu tak terulang kembali.

“Semua pihak harus memikirkan langkah yang tepat agar predikat kota terkorup tak disandang Kota Bogor lagi,” pungkasnya.

Sediakan Angkot Eksklusif

BOGOR-Permasalahan angkot masih menjadi pembahasan hangat dalam Dialog Akhir Tahun Radar Bogor, kemarin. Kepala Dinas Lalulintas Angkutan Jalan (DLLAJ) yang menjadi salah satu pembicara pun ikut menyikapi hal tersebut dengan sejumlah program.

Salah satunya dengan pengadaan angkot eksklusif yang rencananya dijalankan 2012 mendatang. Menurut dia, keberadaan angkot tersebut diharapkan akan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan.

“Memang, kita sedang menuju ke sana karena sedang disusun dulu drafnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Suharto menjelaskan, pengoperasian angkot eksklusif sedikitnya akan mereduksi tiga buah angkot menjadi satu unit saja. Selain mampu mengurai kemacetan Kota Bogor, diharapkan dapat menjadi transportasi massal selain bus Transpakuan.

Ia menjamin jika program ini terealisasi, tak akan bersinggungan dengan Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang mengoperasikan Transpakuan. Namun, jika berkeinginan mengambil alih, DLLAJ tetap mempersilakan.

“Tergantung PDJT apakah mau membawahi angkot eksklusif ini atau pemkot akan membuat PD baru nanti setelah angkot ini beroperasi,”pungkasnya.

Sebar Bunga di Hari Ibu

HARI IBU: Drama teatrikal kasih sayang ibu ditunjukkan aktvis PMII dalam aksi damai di Tugu Kujang, kemarin.
BOGOR–Belasan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Ibn Khaldun (UIKA) melakukan unjuk rasa damai untuk memperingati Hari Ibu di Tugu Kujang, kemarin.

Peserta aksi yang tergabung Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) mengajak masyarakat agar menghargai ibu sebagai sosok yang berjasa bagi pembangunan bangsa.

Unjuk rasa juga diselingi pembagian bunga kertas kepada pengendara yang melintas. Hal ini sebagai simbol jika mahasiswa peduli terhadap sosok ibu yang dinilai banyak melahirkan orang-orang hebat bagi Indonesia, namun kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah seperti kesetaraan gender.

Koordinator Lapangan PMII, Risma mengatakan, masih banyak yang belum memahami apa itu kesetaraan gender yang berarti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesmepatan serta hak-haknya sebagai manusia. “Tetapi jika dicermati, kaum perempuan jarang mendapat kesempatan berkarya sejajar bahkan melebihi kaum laki-laki,” ujarnya, kemarin.

Diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia, sambungnya, bukan menjadi rahasia umum lagi. Adanya adat istiadat yang mengharuskan perempuan berada di dapur dan mengurus keluarga membuat kesempatan mengenyam pendidikan tinggi harus pupus. Belum lagi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang selalu mendominasi.

“Inilah yang dialami perempuan Indonesia yang selalu berada di bawah kaum laki-laki. Padahal, UUD 1945 mengatur persamaan hak dan kewajiban setiap warga negara tanpa pandang bulu,” imbuhnya.

Risma menerangkan, faktor penyebab kesetaraan gender dapat terlihat pada aspek lain, seperti misalnya politik. Hasil Pemilu 1999 lalu menunjukkan, hanya 8,8 persen perempuan saja yang menjadi anggota legislatif. Padahal, keterlibatan jumlah partisipasi perempuan dalam pemilu mencapai 57 persen. “Ini sebagai dampak dari pendiskriminasian pemerintah terhadap perempuan,” tegasnya.

Risma meminta agar diskriminasi perempuan dihilangkan karena sangat merugikan. Selain itu, aparat berwenang diharapkan mampu menindak tegas para pelaku KDRT. “Keselamatan perempuan wajib diutamakan dengan cara melindungi hak dan kewajibannya,” pungkasnya.

Hari Ibu juga digelar di halaman Balaikota Bogor, dengan upacara bendera yang dipimpin Inspektur Upacara (Irup), Ketua DPRD Kota Bogor Mufti Faoqi. Sedangkan bertindak sebagai komandan upacara Camat Bogor Timur Rahmawati.

Upacara tidak hanya diikuti kaum perempuan yang tergabung dalam Organisasi Wanita, tapi juga kaum laki-laki karyawan/karyawati Pemkot Bogor termasuk pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah), pelajar, camat dan lurah.

“Pemerintah bersama masyarakat berperan dalam memperjuangkan peningkatan peran perempuan bersama kaum lak-laki dalam membangun bangsa, berperan aktif terhadap peningkatan kesejahteraan serta menjalin hubungan yang erat dengan berbagai bangsa,” beber Ketua DPRD Kota Bogor, Mufti Faoqi.

Ia mengingatkan, upaya peningkatan peran dan partisipasi perempuan di bidang ekonomi untuk mewujudkan kesetaraan gender perlu dilihat menjadi satu hal yang sangat strategis di dalam memperkuat ketahanan nasional.

“Peningkatan kemitraan perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga perlu digalakkan untuk menuju kesejahteraan bangsa, mendorong terwujudnya keadilan dan kesejahteraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Oki-sapaan akrabnya-melanjutkan, peran serta lembaga pemerintah dan nonpemerintah dalam meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan, termasuk industri rumah tangga guna menanggulangi kemiskinan di masyarakat.

Peringatan Hari Ibu kali ini mengambil tema Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Menuju Kesejahteraan Bangsa. Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat Hari Ibu oleh Hj Dewi Kurnia dan pembacaan teks Pancasila oleh Pipit Agus dari Darma Wanita Persatuan (DWP) dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Tiba Dina dari Persit Kodim 0606 Kota Bogor.

Banjir Artis di The jungle Peringatan HUT ke-4

TARIK PENGUNJUNG: Pengunjung memenuhi wahana air Wave di The Jungle beberapa waktu lalu. Mulai akhir pekan ini, areal wisata di Bogor Selatan itu menampilkan sejumlah artis ibukota untuk mengisi liburan.
BOGOR–Merayakan hari ulang ta hun (HUT) yang keempat, The Jung le siap menggelar berbagai perhelatan dengan mendatangkan banyak bintang tamu.

Sebut saja Zivilia, Norman Kamaru, Titi Kamal, Radja, T2, Armada dan Wali. Artis-artis top ini siap menggun cang lokasi wisata petualangan air terbesar di Kota Bogor itu.

PR dan Promotion The Jungle, Winda Okta Nurbani mengatakan, rang kaian peringatan ulang tahun itu akan dimulai besok (24/12). Zivilia, menjadi bintang tamu utama yang akan menghibur para pengunjung mal ini.

“Kehadiran bintang tamu di The Jungle dimulai Sabtu. Kemudian dilanjutkan lagi pada 28 Desember dengan penampilan Armada, dan 8 Januari yang akan menghadirkan Wali sebagai bintang tamu,” tutur penyuka warna merah, ini.

Winda menegaskan, acara utama berlangsung 24 Desember hingga 8 Januari 2012. Sedangkan untuk periode high season, sudah mulai terlihat sejak 19 Desember lalu.

Tak hanya bertabur artis, The Jungle juga akan menyuguhkan acara Meet and Great Spongebob and Friends yang berlangsung 24-31 Desember 2011.

Menurut dia, dengan berbagai acara yang dihadirkan, manajemen menarget pengunjung hingga 10 ribu orang. Mengingat, acara ulang tahun The Jungle, juga bertepatan dengan momen liburan sekolah, Natal dan tahun baru.

“Target kami memang pada angka 7.000-10.000 pengunjung setiap harinya. Kami optimis itu bisa tercapai mengingat banyak momen liburan yang berlangsung di akhir tahun ini,” tandasnya.

Dibayangi Ketimpangan Jabatan Bakri Plt Dirut PD Pasar

BOGOR-Walikota Bogor Diani Budiarto memilih Direktur Keuangan PD Pasar Pakuan Jaya, Bakri Maulana sebagai pelaksana tugas (plt) Direktur Utama (Dirut) PD Pasar. Bakri bertugas untuk tiga bulan ke depan. Pelantikan sendiri dilakukan Diani di kantor PD Pasar di Pasar Bogor, kemarin.

Terpilihnya Bakri di luar perkiraan. Padahal, posisi plt diperkirakan akan diserahkan kepada Direktur Operasional PD Pasar, Ali Yusuf. Diani berharap agar Bakri dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam memimpin PD Pasar Pakuan Jaya. Apalagi, masih banyak program kerja di masa kepemimpinan Radjab yang belum berjalan. Di antaranya kantor kesekretariatan yang representatif. “Itu harus menjadi fokus utama bagaimana caranya agar PD Pasar memiliki kantor yang nyaman,” ujarnya, kemarin.

Orang nomor satu Kota Bogor itu berterima kasih kepada Radjab yang telah memimpin PD Pasar Pakuan Jaya. Banyak peran dan kontribusinya, baik sebelum maupun saat PD Pasar terbentuk. Apalagi, dari beberapa pemikiran Radjab, salah satunya masuk dalam program jangka panjang PD Pasar yaitu revitalisasi pasar tradisional ke modern.

“Siapa pun yang memimpin PD Pasar, harus mampu menjalankan program-program yang telah dibuat. Apalagi, pemkot telah mengucurkan anggaran untuk membiayai kegiatan PD Pasar,” imbuhnya.

Diani menerangkan, PD Pasar mendapat anggaran sebesar Rp45 miliar untuk program jangka panjang PD Pasar Pakuan Jaya dalam meningkatkan mutu pelayanan pasar tradisional. “Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan pengelola, seperti ingin bangun pasar, ya tinggal ambil dari alokasi dana,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah itu dinilai cukup untuk menanggulangi kekurangan yang dialami PD Pasar Pakuan Jaya dalam mengelola maupun menata sembilan pasar tradisional di Kota Bogor. Belum lagi, ada beberapa pasar yang kondisi bangunannya mengkhawatirkan sehingga butuh renovasi total.

Bakri sendiri siap menindaklanjuti arahan Diani dan menjalankan program-program yang belum diselesaikan pendahulunya. Dia mengaku sudah memiliki rencana renovasi sejumlah sarana pendukung pasar seperti toilet dan masjid. “Tentunya ini menjadi tanggung jawab saya untuk meneruskan program Pak Radjab. Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” singkatnya.

Sementara itu, keputusan Radjab meninggalkan posisinya sebagai dirut menimbulkan berbagai reaksi. Bahkan, jika melihat kondisi kepengurusan PD Pasar saat ini yang belum genap satu tahun bertugas, serta polemik pengunduran diri Radjab, berarti akan ada dua posisi penting yang kosong dalam kepengurusan PD Pasar.

Ketua Umum Yayasan Arbangun,Suprapto mengatakan, selama beberapa bulan ke depan, sudah dipastikan akan banyak terjadi ketimpangan dalam tubuh PD Pasar. “Setelah kemunduran Radjab, berarti ada dua posisi kosong. Yaitu dirut dan dewan pengawas. Ini berarti program-program kerja PD Pasar juga terancam molor,” ungkapnya.

Meski posisi dirut sudah ditempati Bakri, Prapto-sapaan akrabnya-melihat tetap saja tidak akan maksimal. Tak hanya menyoroti ketimpangan yang akan terjadi dalam sistem kinerja di PD Pasar, Prapto juga menduga adanya peran Badan Pengawas dalam kemunduran Radjab.

“Ya, kemungkinan besar tentu ada kaitannya dengan Badan Pengawas. Saya kenal sosok Radjab itu orang yang paling enggan ada politisasi dalam setiap pekerjaannya,” tukasnya.

Mundurnya Radjab juga disayangkan Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini. Menurut dia, Radjab merupakan sosok ideal untuk memimpin PD Pasar Pakuan Jaya. “Tentunya disayangkan. Karena, Radjab menjadi salah satu tokoh yang memiliki kapabilitas dalam membangun citra pasar-pasar yang ada di Kota Bogor,” tuturnya. Melihat kinerjanya setahun terakhir, Bibin menilai banyak perubahan signifikan. Khususnya dalam penataan sembilan pasar dan program pembenahannya.

Radjab: Saya Ditekan

MANTAN Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Pakuan Jaya, Radjab Tampubolon membantah alasan pengunduran dirinya karena terkait posisi direksi pada PT Prayoga Pertambangan dan Ketenagalistrikan Kabupaten Bogor. Menurutnya, keputusannya itu mutlak demi kebaikan BUMD yang belum genap setahun itu.

Apa yang melatarbelakangi ia mengambil langkah tersebut? Berikut penuturannya saat diwawacarai Radar Bogor seusai pelantikan pelaksana tugas (plt) Dirut PD Pasar Pakuan Jaya, kemarin.

Bagaimana kabar Anda setelah tidak menjabat sebagai dirut lagi?

beban pikiran lagi. Saya bisa tidur nyenyak kembali dan tidak memikirkan apa yang harus dikerjakan keesokan harinya.

Kabarnya pengunduran diri Anda terkait proses seleksi PD Prayoga Pertambangan Kabupaten Bogor yang menempatkan Anda di posisi tiga besar. Apalagi, Anda juga disebut bakal mengisi kursi di Direktur Operasional?

Perlu saya klarifikasi, jika mundurnya saya sebagai Dirut PD Pasar Pakuan Jaya tidak terkait dengan hal tersebut. Ini murni keputusan saya setelah meminta petunjuk Allah SWT dan keluarga pun mendukung demi kebaikan saya.

Lantas, kenapa Anda mundur? Padahal, masa jabatan Anda berjalan selama empat tahun. Ini belum ada setahun malah mengundurkan diri begitu saja?

Saya melakukan hal itu karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung, seolah-olah ada tekanan yang mengarah kepada saya sehingga tidak bisa melaksanakan tugas sebagaimana yang dicita-citakan. Saya ini orang profesional dan memiliki visi serta misi untuk membangun pasar ke depan. Dan saya tahu jalan ke arah itu, program-program apa yang tepat bagi perkembangan pasar.

Bisa dijelaskan secara spesifik masalah apa yang sebenarnya Anda hadapi?

Usia saya kan sudah setengah abad. Artinya, perlu ketenangan dalam bekerja dan hal itu yang tidak didapat selama memimpin PD Pasar. Saya tahu apa yang harus dilakukan karena termasuk ke dalam salah satu tim perumus PD Pasar. Sehingga sudah bisa dibayangkan akan seperti apa dalam jangka waktu 20 tahun ke depan. Termasuk mazhab pengelolaan maupun ekonominya.

Artinya, ada semacam konflik di dalam tubuh PD Pasar?

Berdasarkan analisa saya, memang ada yang tidak menyukai saya memimpin PD Pasar. Ibarat ikan yang hidupnya di dalam air, tentu membutuhkan tempat yang nyaman dan bisa menjamin ketenangan. Apalagi, saya bekerja karena dibayar oleh uang rakyat.

Lalu, apa yang akan Anda lakukan setelah tidak menjabat lagi? Ya, saya akan berkumpul sejenak bersama keluarga sebelum memikirkan langkah apa yang akan dilakukan.

Rezeki itu kan luas, bukan hanya di sini saja. Jadi, saya mengibaratkan diri sebagai burung yang tak perlu memikirkan bagaimana cara mendapat makanan, toh atas kewenangan Allah SWT, rezeki datang dengan sendirinya.

Bus Atlet Sea Games Dibom Teroris Simulasi BNPT

SIMULASI: Adegan korban luka akibat serangan teroris dalam simulasi antiteror di lapangan Pusdikzi Jalan Jenderal Sudirman, Kemarin.
BOGOR-Sesuai edaran Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, sistem pertahanan RI harus ditingkatkan dengan menggiatkan pelatihan penanggulangan terorisme. Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI pun mulai gencar mengadakan simulasi penanggulangan krisis akibat serangan teroris. Kemarin, bertempat di Lapangan Utama Pusdikzi Bogor, BNPT melakukan simulasi penanggulangan terorisme dalam situasi krisis terhadap pembajakan bus atlet Sea Games.

Bus yang membawa rombongan atlet Sea Games tersebut disimulasikan dibajak teroris. Bus tersebut direkayasa menjemput rombongan atlet yang baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Belum lama beranjak dari bandara, bus tersebut dibajak teroris yang ternyata melengkapi dirinya dengan bom bunuh diri.

Di tengah perjalanan, tepatnya di depan Polres Jakarta Barat, Kantor Kejari dan Pengadilan Negeri (PN) setempat, bus tersebut meledak. Akibatnya, sebanyak 42 penumpang, yang terdiri dari 20 atlet tewas, dua orang diduga tersangka pelaku tewas dan sisanya atau 20 orang lainnya warga sipil dengan 15 di antaranya tewas.

Pantauan Radar Bogor di lokasi kejadian, kondisi bus hancur, karena seluruh bagian bus hangus terbakar. Puingpuing bekas ledakan pun berserakan. Beberapa orang terlempar keluar bus. Selain bus, ada satu unit motor yang diduga milik tersangka pelaku yang juga terbakar.

Tak lama kemudian, tampak sejumlah petugas berdatangan ke lokasi. Ada tim pemadam kebakaran yang dengan sigapnya memadamkan api di bus. Tim Gegana pun langsung melakukan penyisiran memeriksa kemungkinan adanya bahan peledak lain. Sementara tim penyelamatan korban, termasuk dokter bergegas melakukan evakuasi.

Dr Lastri Rianti dari Pusdok Mabes Polri mengatakan, dari hasil identifikasi di TKP, total korban ada 42 jiwa, dengan dua di antaranya diduga pelaku bom bunuh diri. “Kondisi korban hampir seluruhnya hancur, hanya ada delapan korban yang masih utuh. Pada umumnya bagian tubuh satu dengan yang lainnya terpencar. Kepala sama badan terpisah. Termasuk dua pelaku.

Ini baru identifikasi awal pengolahan TKP. Identifikasi detail berikutnya akan dilakukan di Rumah Sakit Polri, kita serahkan ke sana,”katanya.

Demikian gambaran dari simulasi penanggulangan teroris yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), di Pusdikzi, Jalan Sudirman, Kota Bogor, Rabu (21/12) siang. Dalam simulasi tersebut, berbagai tim inti diturunkan seperti Puslabfor dan Disaster Victim Identification (DVI).

Deputi BNPT, Brigjen Pol Tito Karnavian, menjelaskan bahwa BNPT sebagai salah satu badan yang ditugaskan untuk menyusun sistem manajemen krisis sesuai standar operasional prosedur yang ada. ”Untuk menanggulangi para teroris perlu adanya sebuah manajemen krisis yang tentunya harus bersinergi dengan berbagai pihak seperti TNI, polisi, pemadam kebakaran dan sebagainya sehingga tidak terjadi salah koordinasi, ketika menghadapi aksi terorisme,” jelasnya.

Menurut dia, bentuk aplikasi manajeman krisis sendiri adalah dengan melakukan berbagai pelatihan pelatihan seperti simulasi seperti ini. “Simulasi seperti ini sangat penting. Kita akan sering melakukan seperti ini. Dan sebelumnya di beberapa tempat, termasuk di Jakarta kita pernah lakukan latihan seperti ini,”katanya.

Kampanye Masyarakat Tertib Lalulintas yang Memecahkan Rekor MURI (1) Dihadiri 5.000 Peserta, Gubernur Naik Vespa

NAIK MOTOR : Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan naik motor saat meninggalkan acara Masyarakat Tertib Lalulintas di Lapangan Sempur,Sabtu (19/12).
Kampanye lalulintas yang satu ini berbeda dengan yang biasanya. Karena, yang terlibat bukan hanya ratusan orang. Bahkan mencapai 5.000 peserta. Seperti apa kemeriahannya?

LAPORAN: MIA HAMIDIYAH

PAGI itu, Sabtu (19/12) suasana di kawasan Jalan Sempur, Jalan Jalak Harupat dan Jalan Halimun, nampak bebas dari kendaraan roda empat. Namun, bukan karena hari itu adalah jadwal car free day.

Nah, saat turun melewati jalan menuju Lapangan Sempur, pemandangan berbeda terlihat jelas. Bukan karena lapak-lapak PKL makanan yang ada di sekeliling areal lapangan, tapi ada ribuan warga yang menggunakan seragam sekolah tengah berkumpul.

Pagi itu sekitar pukul 07:30, para pelajar yang datang satu per satu, semakin memenuhi lapangan yang men jadi kebanggaan Kota Bogor itu.

Bahkan ada juga komunitas motor yang memenuhi di beberapa titik di areal panggung utama. Mereka menjadi bagian dalam hari yang dinamakan Kampanye Masyarakat Tertib Lalulintas.

Hari sebelumnya, Radar Bogor mendapatkan informasi bahwa acara yang mendapat rekor MURI itu akan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Namun, hingga menjelang jam 08:00, orang nomor satu di Jawa Barat itu belum menampakkan diri di hadapan para peserta. Bahkan tak ada suasana iring-iringan kendaraan patwal yang biasanya mengiringi rombongan gubernur.

Ternyata sosok yang satu itu datang dengan mengendarai vespa. Uniknya, tanpa ada pengawalan. Heryawan nampak semringah dan semangat memasuki areal Sempur.

“Saya memang suka mengendarai motor. Dulu saat kuliah dan sekolah, saya juga pakai motor. Jadi bukan hal yang aneh bagi saya mengendarai motor,” ungkap politisi PKS, itu.

Selain gubernur yang datang naik motor yang menarik perhatian, ada juga hal lain yang tak bisa dilewatkan saat kampanye berlangsung. Antara lain, antusiasme para pelajar yang serius memperhatikan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Bogor Kota, AKP Lukman Syarif menerangkan apa saja pelanggaran yang sering dilakukan pengendara.

“Misalnya saja tidak menggunakan helm, tidak menyalakan lampu,menggunakan knalpot bising dan mengendarai dengan kecepatan tinggi di jalan ramai. Ini yang sering mengakibatkan kecelakaan,”tukasnya.

Dalang Cilik Pukau 1.400 Siswa

SERIUS: Salah satu dalang cilik yang serius menampilkan kisah pewayangan di gelaran Rampak Dalang Cilik Gedung Kemuning Gading, Kemarin.
BOGOR-Sebagai salah satu kesenian khas Sunda, wayang golek perlu tetap dijaga kelestariannya. Terlebih, di kalangan anak-anak yang cenderung mulai mengalami pergeseran minat terhadap hal-hal tradisional.

Untuk itu, sebanyak 1.400 pelajar dari SD dan SMP di Kota Bogor, disuguhi rampak dalang cilik. Dalam pentas kesenian tersebut, lima dalang cilik yang masih duduk di bangku SD menyuguhkan cerita pewayangan bertajuk Raden Gatot Kaca Jabang Tutuka.

Antusiasme para siswa tersebut cukup tinggi. Selama pertunjukan berlangsung, pelajar yang menonton nampak antusias dan menikmati bagian dari bagian cerita pewayangan. Terlebih, dalang yang menyuguhkan masih sangat belia.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bogor, R Susilowati mengatakan, rampak dalang dengan menampilkan lima dalang cilik sekaligus untuk mempertontonkan kisah kelahiran Gatot Kaca adalah upaya untuk mengenalkan seni pedalangan sejak usia dini.

“Saat ini anak-anak cenderung memilih hiburan yang tak memiliki nilai budaya tradisional. Bahkan ada yang tak kenal dengan tokoh-tokoh pewayangan yang justru bisa dicontoh perilakunya,” ungkap Susi.

Lebih lanjut dia mengatakan, mengenalkan anak sejak usia SD dan SMP terhadap kesenian Sunda adalah upaya yang bisa dilakukan untuk memupuk kecintaan terhadap seni tradisional.

Sementara itu, lima dalang cilik yang membawakan cerita pewayangan merupakan sebagian kecil dari bakat pedalang cilik yang ada di Kota Bogor.

“Pedalang cilik memang cukup banyak. Tapi ini menjadi salah satu motivasi bagi anak-anak lainnya agar tak ragu untuk mempelajari kesenian tradisional,” tandas mantan Kasi Promosi Pariwisata, ini.

Angklung Mang Ujo Meriahkan HUT DWP

BELAJAR: Istri Walikota Bogor, Fauziah Budiarto (tiga dari kiri) memainkan angklung bersama anggota DWP, kemarin.
BOGOR-Permainan angklung interaktif dari Saung Angklung Mang Udjo, sukses memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tingkat Kota Bogor.

Tahun ini, tema yang dipilih adalah pengembangan aliansi strategis DWP dengan mitra kerja pemerintah dan swasta untuk suksesnya pembangunan berkelanjutan.

“Tema ini sangat tepat untuk mencapai tujuan kuantitatif millenium development goals (MDGs). Ini dapat terwujud jika semua pemangku kepentingan dapat bersinergi harmonis dengan semua pihak, baik untuk program pemerintah maupun swasta. Dan,peran DWP sudah disadari sebagai kebutuhan mutlak,” ungkap Ketua DWP Kota Bogor, Erna Bambang Gunawan, dalam sambutannya.

Hal tersebut berkaitan dengan kinerja DWP yang berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan programprogram kemasyarakatan. Sehingga, dapat teraktualisasi dengan optimal.

“Kinerja DWP dilakukan dalam kerja nyata dan menambah pengetahuan anggotanya guna meningkatkan kualitas SDM sesuai kebutuhan nyata,” tambah Erna.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Bambang Gunawan mengatakan, DWP diharapkan dapat terus berperan untuk membantu masalah ekonomi dan kesehatan anggota dan keluarganya. Karena faktanyam masih banyak keluarga PNS yang memiliki keterbatasan.

Selain itu, sambungnya, DWP diharapkan dapat menjalankan program yang tak melulu bertolak pada besaran dana.Peringatan HUT DWP XXII tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan biaya sekolah kepada 14 siswa SD dan 12 siswa SMP.

Penerima bantuan adalah anggota keluarga PNS golongan I dan II di lingkungan Pemkot Bogor, dengan nominal masing-masing Rp150.000 untuk siswa SD dan Rp250.000 untuk siswa SMP.

Bantuan juga diberikan kepada sepuluh perempuan petugas penyapu jalan yang selama ini membersihkan Kota Bogor. Selain itu, dilakukan penyerahan hadiah kepada sejumlah pemenang lomba yang diselenggarakan dalam memeriahkan HUT DWP XII. Antara lain, lomba MC, MTQ, tarik tambang, joget balon dan lomba bakiak.