Tampilkan postingan dengan label o. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label o. Tampilkan semua postingan

Lebih Fokus Kejuaraan Dunia

CIBINONG–Atlet bulutangkis andalan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Ryan Yohwari lebih memilih untuk memfokuskan diri menghadapi Kejuaraan Dunia di Madrid, 21 Desember, ketimbang memperkuat tim Indonesia dalam ajang ASEAN Paragames 2011 yang akan digelar 15 Desember mendatang.

Kendati demikian, ia tetap turun di ajang Paragames di nomor bulutangkis beregu. “Saya memang lebih fokus mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan dunia di Madrid, sebenarnya saya juga ingin memperkuat tim Paragames, tapi waktu kejuaraan bersamaan, sehingga saya lebih memilih fokus di Kejuaraan Dunia,” ujarnya.

Meskipun tak sepenuhnya turun dalam even olahraga penyandang cacat terbesar di Asia Tenggara itu, sebagai atlet senior ia lebih fokus melatih atlet Bogor yang turun dalam even tersebut. Tercatat , setidaknya sebelas atlet Kabupaten Bogor bakal terjun dalam ajang tersebut.

Para atlet yang tergabung dalam NPCI Kabupaten Bogor ini di antaranya adalah Tarno (Atletik), Indah Rohmida (Tenis Meja KR), Sri Maryati (Bulutangkis), Hamidah (Tenis Meja), Tarsilem (Tenis Meja KR), Achmad Ade (Tenis Lapangan KR), Agus Sugiharto (Tenis Lapangan KR), Laeli Yuntari (Bulutangkis KR), Namin (Tenis Lapangan KR), Edi Sunaryo (Catur Tunanetra) dan Yohannes Billy (Atletik).

“Mengenai peluang, saya optimis atlet Bogor akan banyak menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, minta doanya kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Albert Pribadie mendukung penuh penyelenggaraan ASEAN Paragames. Bahkan, ia mengaku optimis atlet NPCI Kabupaten Bogor mampu memberikan banyak kontribusi bagi kontingen Indonesia di ajang tersebut.

“Selama ini atlet NPCI kita memiliki track record bagus dalam hal prestasi olahraga, bahkan salah satu atlet kita yang sekarang jadi pelatih, Ryan Yohwari mendapatkan mendali emas di ajang ASEAN paragames. Saya optimis mereka bisa menyumbang banyak medali emas bagi Indonesia,” tandasnya.

Penumpang Gelap di Pesawat Barca

ROMBONGAN Barcelona memang sudah mendarat selamat di Jepang Minggu malam waktu setempat (11/12). Barca - sebutan Barca - bertolak ke Negeri Sakura itu hanya selang satu jam setelah mengalahkan Real Madrid 3-1 dalam el clasico di Santiago Bernabeu. Diselingi transit di London, Inggris, total penerbangan Barca ditempuh dalam 12 jam atau setengah hari.

Ada cerita menarik terkait perjalanan penerbangan mereka. Yakni, ditangkapnya seorang penumpang gelap di pesawat Barca ketika bersiap takeoff di Bandara Barajas, Madrid. Efeknya, keberangkatan Barca pun molor sekitar setengah jam. Yang menarik, penumpang gelap itu ternyata wanita.

Sebagaimana dilansir Marca, wanita berambut coklat yang namanya tidak dipublikasikan itu diidentifikasi berasal dari Belgia tapi berpaspor Kuba. Dia masuk ke pesawat setelah naik bus yang ditumpangi para pejabat teras Barca seperti Presiden Sandro Rosell dan tiga direktur, masing-masing Jordi Moix, Toni Freixa dan Javier Faus.

Beruntung, aksinya diketahui petugas keamanan bandara ketika tengah menaiki tangga pesawat. “Petugas langsung curiga dengan gerak-geriknya. Kedoknya terbongkar setelah tidak bisa menunjukkan boarding pass,” kata salah seorang petugas di Bandara Barajas.

“Dia hanya ingin terbang gratis ke Tokyo dan tidak memiliki maksud jahat kepada rombongan Barca. Dia juga mengatakan ingin bersembunyi di toilet pesawat,” imbuhnya.

Sebelum wanita Belgia itu, juga ditemukan penyusup di pesawat Barca ketika terbang dari Bandara El Prat di Barcelona ke Barajas atau sebelum menjalani el clasico. Penyusup itu bukan manusia, melainkan ditemukannya beberapa ekor tikus di bagasi pesawat.

“Kutu tikus berbahaya karena menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan. Tapi, yang menyebabkan penerbangan Barcelona ke Madrid molor setengah jam bukan tikus-tikus itu, melainkan karena kabut”. Demikian sebagaimana dilansir radio Cadena SER.

Kembali Rebut Puncak Klasemen 1 Roma v 1 Juventus

ROMA-Juventus kembali merebut puncak klasemen sementara Serie A dari Udinese. Hasil ini dipastikan setelah mereka menahan imbang 1-1 tuan rumah AS Roma di Stadion Olimpico, Selasa (13/12) dini hari. Perjuangan pasukan Antonio Conte mencuri poin dari Roma tak didapat dengan mudah. Mereka bahkan harus tertinggal lebih dulu saat pertandingan baru berjalan enam menit.

Meski berhasil menahan Juve, allenatore AS Roma, Luis Enrique mengaku kecewa karena Francesco Totti gagal mengeksekusi tendangan penalti. Roma sebenarnya memiliki peluang memenangi pertandingan saat laga memasuki menit ke-62 lewa titik penalti. Sayangnya, tendangan Totti masih bisa digagalkan kiper Juventus, Gianluigi Buffon.

“Saya benar-benar berharap itu menjadi gol. Saya benar-benar berharap Francesco akan melakukan yang dia tahu dengan baik, mencetak gol. Namun, dia berhadapan dengan Buffon, kiper yang tangguh,” kata Enrique seperti dilansir Football Italia, Selasa (13/12).

Roma sebenarnya sanggup unggul lebih dulu lewat gol Daniele De Rossi menit ke-6. Gol Giorgio Chiellini menit 61 menyelamatkan Juve dari kekalahan sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka musim ini.

“Saya menikmati lima menit pertama pertandingan, kemudian saya melihat Juve merupakan tim tangguh dan pelatih mereka memberikan mereka mental yang sebenarnya. Sikap tim saya luar biasa, meskipun kehilangan tiga atau lebih pemain. Fans juga selalu di belakang kami,” beber Enrique.

Hasil ini membuat Roma masih menempati posisi sembilan dengan mengoleksi 18 poin dari 14 pertandingan. Namun, Enrique menolak menyerah dan yakin akan memberikan sesuatu untuk Roma. Sementara itu, Defender Juventus, Giorgio Chiell ini, menyatakan, timnya harus bangga dengan hasil imbang 1-1 melawan Roma. Menurutnya, ini merupakan nilai yang sangat penting sehingga timnya bisa kembali ke puncak klasemen. “Mengingat bagaimana laga berjalan, ini adalah poin penting,” kata Chiellini.

“Kami berusaha bangkit dan mencoba meraih kemenangan hingga akhir pertandingan. Kami membiarkan Roma lebih banyak bermain. Namun, secara keseluruhan, penampilan kami ositif dan menempatkan kami kembali ke puncak klasemen,” beber Chiellini.

“Apakah dengan hasil ini berarti kami telah membuang kesempatan? Sudah jelas kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan, dan kami mencoba untuk melakukannya. Namun, Roma juga berjuang keras dalam pertandingan itu,” tuntasnya.

Lebih Fokus Kejuaraan Dunia

CIBINONG–Atlet bulutangkis andalan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Ryan Yohwari lebih memilih untuk memfokuskan diri menghadapi Kejuaraan Dunia di Madrid, 21 Desember, ketimbang memperkuat tim Indonesia dalam ajang ASEAN Paragames 2011 yang akan digelar 15 Desember mendatang.

Kendati demikian, ia tetap turun di ajang Paragames di nomor bulutangkis beregu. “Saya memang lebih fokus mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan dunia di Madrid, sebenarnya saya juga ingin memperkuat tim Paragames, tapi waktu kejuaraan bersamaan, sehingga saya lebih memilih fokus di Kejuaraan Dunia,” ujarnya.

Meskipun tak sepenuhnya turun dalam even olahraga penyandang cacat terbesar di Asia Tenggara itu, sebagai atlet senior ia lebih fokus melatih atlet Bogor yang turun dalam even tersebut. Tercatat , setidaknya sebelas atlet Kabupaten Bogor bakal terjun dalam ajang tersebut.

Para atlet yang tergabung dalam NPCI Kabupaten Bogor ini di antaranya adalah Tarno (Atletik), Indah Rohmida (Tenis Meja KR), Sri Maryati (Bulutangkis), Hamidah (Tenis Meja), Tarsilem (Tenis Meja KR), Achmad Ade (Tenis Lapangan KR), Agus Sugiharto (Tenis Lapangan KR), Laeli Yuntari (Bulutangkis KR), Namin (Tenis Lapangan KR), Edi Sunaryo (Catur Tunanetra) dan Yohannes Billy (Atletik).

“Mengenai peluang, saya optimis atlet Bogor akan banyak menyumbangkan medali emas bagi Indonesia, minta doanya kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Albert Pribadie mendukung penuh penyelenggaraan ASEAN Paragames. Bahkan, ia mengaku optimis atlet NPCI Kabupaten Bogor mampu memberikan banyak kontribusi bagi kontingen Indonesia di ajang tersebut.

“Selama ini atlet NPCI kita memiliki track record bagus dalam hal prestasi olahraga, bahkan salah satu atlet kita yang sekarang jadi pelatih, Ryan Yohwari mendapatkan mendali emas di ajang ASEAN paragames. Saya optimis mereka bisa menyumbang banyak medali emas bagi Indonesia,” tandasnya.

400 Kontingen Ramaikan Porseni

PAWAI: Suasana pawai kontingen Porseni tingkat MA se-Kota Bogor di Jalan Pajajaran,kemarin.
BOGOR-Sebanyak 400 kontingen dari 14 madrasah aliyah (MA) se-Kota Bogor, siap mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Tingkat MA yang berlangsung sejak kemarin hingga 15 Desember mendatang.

Porseniakan mempertandingkan beberapa cabang perlombaan. Antara lain marawis dan cerdas cermat. Sebelum memulai lomba, kontingen dari masing-masing sekolah menggelar pawai dengan rute MAN 2 Bogor hingga Polsek Bogor Timur.

Panitia pelaksana Porseni Tingkat MA se-Kota Bogor, EmanSupriatman mengatakan, Porseni menjadi agenda rutinan yang dilaksanakan setiap tahun. “Kegiatan ini juga menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan keakraban antara MA di Kota Bogor. Alhamdulillah, pesertanya cukup banyak yaitu 400 kontingen dari 14 MA yang ada di Kota Bogor,” ungkapnya.